JAKARTA - Selama bertahun-tahun, berobat ke luar negeri sering dianggap sebagai pilihan terbaik oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mulai dari anggapan mutu dokter yang lebih baik, teknologi yang lebih canggih, hingga pelayanan yang lebih nyaman.
Namun, kondisi tersebut kini sudah banyak berubah. Menurut Hospital Director Eka Hospital MT Haryono- dr. Sheirly Novan Indra, MARS, setidaknya ada empat alasan kuat mengapa masyarakat Indonesia tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.
1. Kualitas dokter Indonesia yang semakin unggul
Salah satu alasan utama masyarakat memilih berobat ke luar negeri adalah anggapan bahwa kualitas dokter di Indonesia masih kalah. Padahal, saat ini Indonesia memiliki banyak dokter, dokter spesialis, hingga profesor kedokteran yang merupakan putra-putri terbaik bangsa.
Rumah sakit di dalam negeri, tidak sedikit juga yang memiliki dokter yang juga guru besar dan dokter spesialis terbaik untuk berpraktik.
"Para ahli di kedokteran ini juga pada umumnya didukung dengan sistem kerja yang profesional serta fasilitas yang memadai, sehingga mutu pelayanan medis tidak kalah dengan rumah sakit luar negeri," ungkap dr. Sheirly di Grand Opening Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
2. Teknologi kedokteran yang modern dan lengkap
Selain faktor sumber daya manusia, teknologi juga sering menjadi alasan masyarakat mencari pengobatan ke luar negeri. Kini, rumah sakit di Indonesia telah dilengkapi dengan teknologi kedokteran tercanggih dan mutakhir, setara dengan standar internasional.
Pemanfaatan teknologi ini bertujuan agar dokter dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat, tindakan yang lebih tepat, serta pelayanan yang optimal bagi pasien. Dengan dukungan teknologi terbaik, pasien tidak lagi harus keluar negeri untuk mendapatkan layanan medis berkualitas tinggi.
BACA JUGA:
3. Pelayanan medis yang lebih komunikatif dan terintegrasi
Keluhan lain yang sering terdengar adalah dokter di Indonesia dianggap kurang komunikatif dibandingkan dokter di luar negeri. Untuk menjawab tantangan ini, rumah sakit di Indonesia mulai menerapkan konsep pelayanan interdisipliner, seperti Eka Interdisciplinary Services.
Melalui konsep ini, dokter dari berbagai spesialisasi bekerja sama dalam clinical meeting untuk membahas kasus-kasus kompleks. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan medis, tetapi juga membuat pasien mendapatkan penjelasan yang lebih menyeluruh, jelas, dan transparan mengenai kondisi kesehatannya.
4. Kenyamanan rumah sakit yang mengutamakan pasien
Berobat ke rumah sakit saat ini tidak selalu hanya untuk mengatasi penyakit, tetapi juga untuk check-up, skrining, dan pencegahan penyakit. Oleh karena itu, kenyamanan pasien menjadi faktor penting.
Rumah sakit modern di Indonesia kini dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan, mulai dari desain bangunan, suasana ruang perawatan, hingga fasilitas penunjang.
"Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih dari satu hari atau berasal dari luar kota, rumah sakit menyediakan lingkungan yang nyaman untuk menginap dan menjalani proses monitoring dengan tenang," ungkapnya.