JAKARTA – Di tengah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung dan kanker, Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) bersama NalaGenetics meresmikan Klinik Genomik IHC RSPP. Langkah ini menandai era baru layanan kesehatan nasional yang lebih personal, di mana penanganan medis tidak lagi bersifat seragam (one size fits all), melainkan disesuaikan dengan profil genetik individu.
Klinik yang berlokasi di Gedung Graha RSPP ini hadir sebagai respons atas tantangan deteksi dini di Indonesia. Data nasional menunjukkan keterlambatan deteksi kanker payudara masih mencapai 70%, sementara penyakit jantung menyerang 1,5% populasi. Integrasi genomik menjadi kunci untuk memetakan risiko sebelum gejala klinis muncul secara serius.
Transformasi Diagnosis: Dari Gejala ke Prediksi Keunikan klinik ini terletak pada integrasi penuh ke dalam sistem rumah sakit rujukan nasional. "Seringkali pasien datang dengan satu keluhan, namun melalui profil genetik ditemukan risiko lain yang lebih besar, seperti kecenderungan penyakit jantung herediter. Di sini, asesmen dilakukan secara menyeluruh dan terarah dalam satu ekosistem," ujar Levana Sani, CEO NalaGenetics.
Hingga saat ini, hanya kurang dari lima rumah sakit rujukan nasional di Indonesia yang memiliki layanan genomik terintegrasi secara klinis. Kehadiran klinik ini memposisikan RSPP sebagai pionir dalam mengadopsi teknologi kesehatan masa depan sesuai agenda transformasi Kementerian Kesehatan.
Efektivitas Terapi: Menghindari Trial and Error Salah satu bukti nyata manfaat genomik dipaparkan oleh dr. Endah Ronawulan SpKJ, psikiater RSPP. Beliau mengisahkan seorang pasien yang selama ini kesulitan menemukan obat psikiatri yang tepat. Melalui pemeriksaan farmakogenomik, tim medis berhasil menentukan terapi yang sesuai dengan profil genetik pasien, sehingga meminimalisir efek samping dan mempercepat pemulihan.
"Kita memahami bahwa respons terhadap pengobatan dan pola hidup sangat dipengaruhi variasi genetik. Ini adalah peluang untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis secara presisi," tambah dr. Henny Veirawati, Direktur RSPP.
BACA JUGA:
Operasional dan Aksesibilitas Hingga akhir tahun 2025, NalaGenetics telah melayani lebih dari 2.000 pasien, mayoritas di bidang kardiologi, onkologi, dan metabolik. Di RSPP, layanan ini akan didukung oleh dokter dari tujuh unit spesialisasi yang telah dilatih secara khusus untuk menginterpretasi data genomik.
Hasil pemeriksaan ini nantinya akan terintegrasi langsung dengan rekam medis rumah sakit. Untuk menjamin akurasi dan etika medis, layanan ini dapat diakses melalui mekanisme rujukan dan konsultasi dokter ahli di lingkungan RSPP, memastikan setiap tindakan berbasis pada kebutuhan klinis yang spesifik.