Bagikan:

YOGYAKARTA - Apa arti disabilitas sensorik? Disabilitas sensorik adalah sebuah kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dengan keterbatasan untuk merasakan atau mengolah informasi melalui pancaindra yang dimiliki.

Jenis-jenis Disabilitas Sensorik

Disabilitas sensorik merujuk pada sebuah kondisi ketika satu atau lebih fungsi pancaindra mengalami gangguan. Jenis disabilitas sensorik mencakup disabilitas netra, disabilitas wicara, serta disabilitas rungu.

Disabilitas netra atau tunanetra

Disabilitas netra atau tunanetra adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan penglihatan yang disebabkan adanya kerusakan pada mata dan organ lain yang mendukung terjadinya proses melihat.

Dilansir Perpustakaan Kemkes, hal ini diakibatkan dari kerusakan yang terjadi pada indera penglihatan baik secara anatomis ataupun fisiologis.

Para penyandang tunanetra mempunyai akurasi penglihatan kurang dari 6 per 60 setelah dikoreksi atau sama sekali tidak mempunyai daya penglihatan. Sedangkan, ada dua jenis penyandang tunanetra, yaitu low vision (kurang awas) dan blind (buta).

Low vision ini jenis tunanetra yang ditandai dengan gejala penglihatan lemah, di mana seseorang masih bisa melihat sedikit atau membedakan antara gelap dan terang. Sedangkan seseorang disebut blind atau buta jika sudah tidak mempunyai penglihatan sehingga tidak dapat melihat perbedaan antara gelap dan terang.

Tunanetra dapat disebabkan oleh kecelakaan, genetik terlahir dengan kondisi buta, cedera pada mata, atau karena diabetes, glaukoma, atau degenerasi makula.

Adapun ciri-ciri umum yang terjadi pada seorang penyandang tunanetra yaitu ketajaman penglihatan kurang dari ketajaman yang dimiliki orang awas, terjadi kekeruhan pada lensa mata atau muncul cairan tertentu, saraf otak sulit mengendalikan posisi, dan terjadi kerusakan pada susunan syaraf otak yang berkaitan langsung dengan penglihatan.

Disabilitas wicara atau tunawicara

Disabilitas wicara atau tunawicara (bisu) terjadi pada seseorang yang mengalami hambatan atau gangguan dalam berbicara, sehingga sulit melakukan komunikasi secara verbal.

Tunawicara tidak selalu menggambarkan kondisi tidak dapat berbicara. Kondisi ini adalah gangguan atau hambatan yang mengakibatkan seseorang mengalami kelainan dalam pengucapan atau artikulasi bahasa maupun suara.

Faktor pemicu terjadinya tunawicara yaitu kurang atau tidak berfungsinya organ-organ untuk berbicara, misalnya rongga mulut, lidah, dan pita suara. Selain itu, ditemukan masalah pertumbuhan janin hingga masalah kesehatan setelah mereka dilahirkan, salah satunya karena adanya infeksi yang terjadi pada selaput otak.

Hambatan ini umumnya ditandai dengan kesulitan untuk berbicara jelas, mengeluarkan suara melengking, dan suka mengulangi atau memperpanjang suara.

Disabilitas rungu atau tunarungu

Disabilitas rungu atau tunarungu terjadi ketika seseorang mengalami hambatan atau gangguan pada organ pendengarannya, sehingga mengalami kehilangan pendengaran atau pendengaran yang terganggu. Tunarungu dibagi lagi menjadi dua kategori, yaitu tuli (deaf) dan kurang dengar (hard of hearing).

Tuli adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami ketidakmampuan mendengar sehingga pemrosesan informasi verbal melalui pendengarannya menjadi terhambat. Tuli menggunakan bahasa ibu (bahasa isyarat) yang digunakan untuk berkomunikasi.

Sedangkan, kurang dengar adalah sebuah kondisi dimana seseorang masih mempunyai sisa pendengaran sehingga dapat menerima informasi dengan bantuan alat bantu dengar.

Itulah ulasan mengenai apa arti disabilitas sensorik dan jenis-jenisnya. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+