Bagikan:

JAKARTA - Aktor dan komedian Eddie Murphy membagikan cerita tentang pengalamannya hidup dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Murphy yang pernah menirukan James Brown di atas panggung bersama sang legenda sendiri, mengungkap satu kebiasaan yang dulu duanggap biasa, namun ternyata merupakan tanda dari kondisi yang lebih serius.

Dalam dokumenter terbarunya berjudul Being Eddie yang tayang di Netflix, bintang berusia 64 tahun itu menceritakan sudah menyadari gejala OCD sejak masih kecil. OCD adalah kondisi kesehatan mental yang sering disalahpahami.

Penderitanya biasanya terdorong untuk melakukan suatu tindakan berulang-ulang dan mengalami pikiran tidak diinginkan atau mengganggu yang dapat menimbulkan stres berat.

Perilaku kompulsif itu biasanya dilakukan untuk meredakan kecemasan akibat pikiran intrusif yang muncul. Murphy mengenang satu kebiasaan yang dulu ia kira hanya sikap anehnya sendiri.

"Waktu kecil, aku punya OCD. Tapi aku nggak tahu itu apa,” ujarnya, dikutip dari laman Unilad.

"Aku selalu mengecek kompor di dapur, memastikan gas sudah benar-benar mati," lanjutnya.

Ia bercerita setiap malam berulang kali bangun hanya untuk memeriksa kompor.

"Aku akan rebahan lima menit, lalu bangun lagi untuk cek kompor. Terus balik ke tempat tidur, nunggu sekitar lima atau sepuluh menit, bangun lagi buat ngecek. Begitu terus mungkin selama satu jam. Aku melakukan itu setiap malam," jelasnya.

Menurut Murphy, tak ada satu pun orang di rumah yang menyadari bahwa kebiasaan tersebut adalah gejala dari kondisi mental tertentu.

"Setiap malam. Aku cuma mikir, ‘Ya, ini cuma kebiasaan anehku.’ Ibuku pun enggak tahu kalau aku melakukan itu,” katanya.

Baru setelah ia melihat sebuah berita di televisi tentang OCD, ia tersadar bahwa gejala yang dijelaskan sangat mirip dengan apa yang dialaminya.

"Waktu aku nonton itu, aku langsung mikir, ‘Oh, itu yang selama ini aku lakukan.’ Saat tahu itu ada hubungannya sama penyakit mental, aku memaksa diri buat berhenti," jelasnya.

Murphy mengaku menolak label tersebut dan akhirnya menghentikan kebiasaan kompulsifnya secara paksa.

"Aku pikir aku cuma aneh. Enggak tahu kalau itu ada hubungannya sama mental illness dan aku enggak mau nerima itu. Jadi aku paksa diri berhenti.” imbuhnya.