Bagikan:

JAKARTA - Kebiasaan mengigit kuku sering dimulai sejak kecil dan tak jarang berlanjut sampai dewasa. Meskipun kita tahu seharusnya berhenti mengigit kuku. Seorang dokter di Harvard Health Publishing, Toni Golen memperingatkan kebiasaan itu bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi berpotensi membahayakan kesehatan.

"Ujung jari kita mengumpulkan kuman meski kita tidak menggigit kuku. Namun saat menggigit, kuku dan kulit di sekitarnya menjadi rusak. Hal ini membuat kotoran dan bakteri yang menumpuk di sela kuku lebih mudah masuk lewat robekan kecil pada kulit," ujar Golen, dikutip dari laman Mirror.co.uk.

Dokter itu menjelaskan dengan memasukkan kuku ke mulut, seseorang sebenarnya mengekspos tubuh pada berbagai penyakit. Mulai dari flu biasa sampai infeksi seperti salmonella. Selain itu, infeksi juga bisa berkembang pada kulit di sekitar kuku atau bagian bawah kuku sendiri.

Meskipun sulit, dokter menegaskan pentingnya menghentikan kebiasaan ini. Beberapa saran praktis yang diberikan adalah isi mulut dan tangan agar tidak tergoda menggigit.

Misalnya Anda mengunyah permen karet, minum air atau melakukan kegiatan tangan seperti merajut dan menggambar.

Beberapa mantan penggigit kuku berbagi pengalaman yang terbukti membantu. Berikut cara berhenti menggigit kuku.

1. Berhenti Bertahap

Mulai dengan satu set kuku dulu (misalnya ibu jari), kemudian lanjut ke kuku lain. Proses ini bisa memakan waktu beberapa bulan, tetapi relatif tidak menyakitkan. Kuncinya adalah menjaga kuku tetap rapi dengan gunting kuku atau kikir. Kuku yang tidak rapi sering memicu keinginan untuk menggigit.

2. Kesadaran Psikologis

Ada yang berhenti karena menyadari menggigit kuku membuat orang terlihat cemas, kurang percaya diri, atau stres. Kesadaran bahwa orang lain bisa menilai negatif dari kebiasaan ini menjadi motivasi untuk berhenti.

3. Metode Karet Gelang

Menggunakan karet gelang tebal di pergelangan tangan. Setiap kali merasa ingin menggigit atau tanpa sadar melakukannya, karet ditarik lalu dilepaskan ke bagian dalam pergelangan sebagai peringatan kecil yang tidak nyaman. Dengan begitu, kebiasaan buruk ini menjadi pengalaman negatif sehingga lama-lama berkurang.

Menggigit kuku bukan sekadar masalah estetika, ada risiko infeksi dan paparan kuman yang nyata. Mencari pengganti aktivitas tangan atau mulut, merapikan kuku, serta memakai teknik pengingat sederhana bisa membantu memutus kebiasaan ini. Jika kesulitan berhenti sendiri, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional perilaku bisa menjadi langkah yang tepat.