YOGYAKARTA - Nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan di banyak negara beriklim tropis, tidak terkecuali Indonesia. Apalagi saat musim hujan, di mana banyak genangan air yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Namun tidak semua nyamuk menyebabkan DBD. Salah satu nyamuk pembawa dan penular virus penyebab DBD yakni nyamuk Aedes aegypti. Jika tidak diwaspadai nyamuk ini dapat memicu wabah DBD yang setiap tahunnya memakan korban jiwa.
Kerena itu, penting untuk mengetahui perbedaan antara nyamuk DBD dan nyamuk biasa. Dilansir dari vedantu.com, berikut perbedaan nyamuk DBD dan nyamuk biasa.
BACA JUGA:
Perbedaan Nyamuk DBD dan Nyamuk Biasa
- Ciri Tubuh
Ciri fisik menjadi pembeda paling mudah antara nyamuk DBD dan nyamuk biasa. Nyamuk DBD memiliki warna hitam dengan pola garis putih. Warna kontras ini menjadi ciri utama yang membedakannya dari nyamuk lain.
Sementara itu, nyamuk biasa umumnya berwarna cokelat keabu-abuan atau hitam polos tanpa garis-garis mencolok. Tidak ada pola khas yang mencolok
2. Waktu Gigitan
Perbedaan perilaku nyamuk juga terlihat dari kapan mereka aktif mencari mangsa. Nyamuk DBD cenderung aktif menggigit pada pagi hingga sore hari. Sementara itu nyamuk biasa lebih aktif menggigit pada pada senja dan malam hari.
3. Ukuran Tubuh
Baik nyamuk DBD maupun nyamuk biasa memiliki ukuran yang relatif mirip yakni sekitar 4-7 mm. Perbedaannya tidak terlalu signifikan, sehingga pengenalan tidak bisa hanya mengandalkan ukuran tubuh.
4. Sensasi Gigitan
Gigitan nyamuk DBD cenderung tidak terasa atau hanya menimbulkan sedikit rasa sengatan, sehingga sering kali tidak disadari, namun risiko penularan penyakitnya tinggi. Sementara gigitan nyamuk biasa biasanya langsung menimbulkan rasa gatal dan sedikit perih, sehingga korban cepat menyadarinya.
5. Habitat
Nyamuk DBD lebih suka berada di dalam rumah atau tempat teduh, dan beristirahat di area gelap. Mereka berkembang biak di air tergenang yang relatif bersih, seperti di pot bunga, ember, bak mandi, atau penampungan air hujan.
Sementara itu nyamuk biasa bisa ditemukan Nyamuk Biasa di dalam maupun luar ruangan, dan berkembang biak di air kotor seperti got atau selokan.
6. Bekas Gigitan dan Gejala
Gigitan nyamuk DBD umumnya tidak meninggalkan bekas gatal yang signifikan. Namun, jika nyamuk tersebut membawa virus dengue, beberapa hari kemudian dapat muncul gejala DBD seperti, demam tinggi mendadak, nyeri sendi, nyeri di bagian belakang mata, dan sakit kepala.
Sementara gigitan nyamuk biasa biasanya meninggalkan bentol merah, rasa gatal, dan sedikit pembengkakan, tetapi jarang memicu demam atau gejala parah kecuali jika ada alergi atau penyakit lain yang dibawa.
Dengan mengenali ciri fisik, kebiasaan, dan habitatnya, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Ingat, satu gigitan nyamuk DBD yang terinfeksi virus dengue sudah cukup untuk menularkan penyakit.
Langkah-langkah Pencegahan
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari DBD maupun gangguan akibat nyamuk biasa. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menguras, menutup, dan mengubur (3M) semua wadah penampungan air.
- Memasang kasa pada jendela dan pintu.
- Menggunakan kelambu saat tidur.
- Memakai pakaian berlengan panjang berwarna terang di siang hari.
- Menggunakan obat nyamuk semprot atau oles.
- Mengganti air di vas bunga, akuarium, dan tempat minum hewan secara rutin.
Namun jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi, nyeri kepala, atau ruam setelah digigit nyamuk, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius dari DBD.