Bagikan:

JAKARTA - Bagi pelajar Indonesia yang ingin berkarier di industri medis seperti menjadi dokter atau perawat, Taiwan kini muncul sebagai salah satu tujuan studi luar negeri yang menjanjikan.

Taiwan menawarkan pendidikan kedokteran dan keperawatan dengan fasilitas modern, jenjang pendidikan yang lengkap, dan biaya hidup yang relatif terjangkau dibandingkan banyak negara lain dengan kualitas setara.

Ketua Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jakarta, Simon Hu, mengatakan, Taiwan memiliki daya tarik tersendiri bagi pelajar Indonesia terutama bagi mereka yang hendak menempuh pendidikan tinggi. 

"Taiwan memiliki reputasi global di sektor riset dan teknologi,” ujarnya di sela acara Taiwan Higher Education Fair 2025 yang digelar di Pullman Jakarta Central Park, pada 9 Agustus lalu.

Menurut Simon, mahasiswa Indonesia bisa memilih berbagai jenjang pendidikan di bidang medis, mulai dari program sarjana kedokteran umum, kedokteran gigi, hingga spesialisasi tertentu.

Program keperawatan pun tersedia dari jenjang diploma hingga pascasarjana, dengan banyak beasiswa yang ditawarkan oleh universitas, pemerintah Taiwan, maupun jaringan alumni ICATI.

Selain itu, minat pelajar Indonesia pada bidang medis dan sains di Taiwan terlihat dari tingginya jumlah peserta di pameran pendidikan tersebut. Tahun ini, 48 universitas hadir membawa berbagai penawaran studi dan peluang beasiswa.

"Banyak mahasiswa kita yang memilih kuliah kedokteran atau keperawatan di Taiwan, meskipun nanti ada tantangan saat ingin berpraktik di Indonesia karena harus melalui proses sertifikasi ulang,” jelas Simon.

Tantangan itu, lanjutnya, terutama terkait penyetaraan ijazah dan perbedaan bahasa. Bahasa pengantar di sebagian besar program kedokteran Taiwan adalah Mandarin, sehingga mahasiswa harus menguasai terminologi medis dalam bahasa tersebut.

"Proses akreditasi cukup ketat, apalagi perbedaan istilah anatomi dan medis bisa memengaruhi penyesuaian,” tambahnya.

Meski begitu, lulusan kedokteran dan keperawatan dari Taiwan memiliki peluang karier yang luas, baik di dalam negeri Taiwan maupun internasional. Permintaan tenaga medis, terutama perawat, di Taiwan sangat besar dan gajinya tergolong tinggi.

"Selain gaji yang menjanjikan, pengalaman kerja di Taiwan diakui oleh banyak negara, sehingga membuka peluang untuk berkarier di luar negeri,” kata Simon.

Selain kemampuan akademis, lulusan yang menguasai bahasa Mandarin memiliki keunggulan tersendiri di pasar kerja, termasuk di Indonesia yang kini banyak bekerja sama dengan perusahaan asal Taiwan. Kombinasi keterampilan medis dan kemampuan bahasa ini membuat alumni perguruan tinggi Taiwan semakin kompetitif.

"Studi di Taiwan itu biaya hidup yang ramah di kantong, fasilitas pendidikan berteknologi tinggi, dan peluang karier internasional yang terbuka lebar, kuliah kedokteran di Taiwan menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan oleh mahasiswa Indonesia," pungkas Simon.