JAKARTA - Posyandu memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam mendeteksi stunting sejak dini sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya orang tua, terkait pentingnya pemantauan pertumbuhan anak.
Di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pemerintah daerah terus mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Natuna secara aktif menggerakkan tenaga kesehatan di setiap jadwal layanan posyandu untuk menyampaikan informasi seputar nutrisi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, salah satu kegiatan edukasi terkini dilakukan di Kecamatan Bunguran Timur, bersamaan dengan pelayanan kesehatan anak.
"Setiap jadwal buka posyandu ada petugas kesehatan yang memberikan edukasi tentang kesehatan," kata Hikmat, seperti dikutip ANTARA.
Edukasi tersebut diberikan usai rangkaian pemeriksaan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lingkar kepala anak. Cara ini dinilai efektif karena para orang tua dapat langsung berkonsultasi dan memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi anak mereka.
Selain untuk meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membantu orang tua mengenali potensi masalah tumbuh kembang secara dini agar penanganan bisa segera diberikan, terutama bila ditemukan gejala stunting. Hikmat menekankan pentingnya kunjungan rutin ke posyandu agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal.
BACA JUGA:
Sebagai bagian dari strategi pengendalian stunting, Pemkab Natuna telah meluncurkan sejumlah program intervensi, antara lain pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan gratis di puskesmas, serta pemberian makanan tambahan bagi anak-anak kurang gizi. Tidak hanya itu, pendekatan multisektor juga ditempuh melalui pembangunan rumah layak huni, perbaikan sanitasi, pengurangan kawasan kumuh, dan pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pada tahun 2024, dari total 4.944 balita yang ditimbang, tercatat sekitar 500 anak mengalami stunting. Namun, terdapat peningkatan positif dari sisi partisipasi masyarakat, di mana tingkat kunjungan ke posyandu naik dari 59,48 persen pada Mei 2024 menjadi 61,25 persen di tahun 2025.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan deteksi dini yang akurat melalui posyandu, pemerintah daerah berharap angka stunting di Natuna dapat ditekan secara signifikan demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas.