JAKARTA - Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan langkah besar untuk mengatasi krisis demografi yang semakin parah, yakni menggratiskan biaya melahirkan.
Langkah ini diusulkan oleh panel ahli sebagai bagian dari strategi nasional untuk mendorong angka kelahiran yang terus menurun selama hampir satu dekade terakhir.
Dilansir dari laman Japan Times, dalam proposal yang dirilis Rabu, 15 Mei, panel tersebut merekomendasikan agar pemerintah merancang sistem khusus pada sekitar tahun fiskal 2026 untuk membuat biaya persalinan standar menjadi gratis. Tujuannya jelas, yaitu mengurangi beban finansial yang kerap menjadi hambatan bagi pasangan muda untuk memiliki anak.
Saat ini, biaya persalinan di Jepang tidak termasuk dalam cakupan asuransi kesehatan nasional. Meski pemerintah memberikan subsidi hingga 500 ribu yen atau Rp56 juta, angka tersebut tak cukup untuk menutup total biaya persalinan di hampir separuh kasus.
Data yang dikumpulkan dari Mei 2023 hingga September 2024 menunjukkan bahwa 45 persen ibu tetap harus merogoh kocek lebih dalam. Biaya melahirkan pun terus meningkat. Pada paruh pertama 2024, rata-rata biaya persalinan tercatat sebesar 518 ribu yen atau Rp58 juta, naik signifikan dari 417 yen atau Rp47 juta pada tahun 2012. Kenaikan ini makin membebani keluarga muda yang sudah menghadapi tantangan ekonomi lainnya.
BACA JUGA:
Rencana ini melanjutkan kebijakan dukungan keluarga yang mulai diumumkan pada 2023, termasuk subsidi pengasuhan anak dan bantuan finansial lainnya. Semua kebijakan tersebut bertujuan untuk mengubah tren angka kelahiran yang terus melorot.
Menurut data Kementerian Kesehatan Jepang, jumlah kelahiran pada 2024 hanya mencapai 720.988 bayi, angka terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1899. Ini merupakan tahun kesembilan berturut-turut di mana jumlah bayi baru lahir terus menurun.
Pemerintah Jepang kini menghadapi tekanan besar. Dengan populasi lansia yang terus bertambah dan pendapatan pajak menyusut akibat jumlah penduduk usia kerja yang menurun, sistem jaminan sosial negara tersebut berada dalam tekanan serius.
Menggratiskan biaya persalinan bisa menjadi langkah penting untuk membalikkan tren tersebut, meski tentunya tak cukup hanya dengan itu. Namun, ini bisa menjadi sinyal kuat pemerintah serius ingin menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi keluarga dan generasi mendatang.