JAKARTA - Kasus kematian akibat demam berdarah (DBD) terus mengalami peningkatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat hingga 13 April 2025 terdapat 38.740 kasus DBD dengan kematian 182 jiwa, pada laporannya Kamis, 24 April 2025.
Jumlah tersebut mengejutkan karena terjadi hanya dalam waktu kurang dari empat bulan pertama di tahun 2025. Meski angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama di 2024, Kemenkes mengatakan bahwa hal tersebut berbahaya dan tidak bisa diabaikan.
Salah satu hal yang harus dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus DBD adalah edukasi terhadap masyarakat mengenai penyakit ini. DBD adalah penyakit infeksi akibat virus yang menular akibat gigitan nyamuk, yang dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa.
Penyakit ini banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia. Penyebaran DBD bisa terjadi sepanjang tahun, dan biasanya meningkat ketika musim hujan berlangsung.
Dikutip dari Healthline, pada Kamis, 24 April 2025, penyebab seseorang terkena demam berdarah karena digigit nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus Dengue lebih dahulu.
Nyamuk tersebut biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk ini biasanya hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti genangan air di ban bekas mobil, sampah plastik, atau tempat minuman.
Untuk mengatasi DBD dengan cepat dan tepat, masyarakat perlu mengetahui gejala-gejala yang timbul jika sudah terjangkit, seperti di bawah ini.
Gejala DBD pada Anak
Gejala utama DBD adalah demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat celcius. Namun, pada anak biasanya demam bisa turun selama beberapa hari dan kemudian naik drastis kembali.
Gejala DBD lainnya yang bisa terjadi pada anak-anak adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, mual, muntah, ruam kulit, dan pendarahan.
Anak-anak yang sudah terjangkit DBD juga bisa mengalami gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, lemas dan mengantuk, serta napas yang pendek atau cepat.
Gejala DBD pada Orang Dewasa
Gejala utama DBD pada orang dewasa juga merupakan demam tinggi mendadak, bisa mencapai 40 derajat celcius. Mereka yang terkena DBD juga mungkin mengalami sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, muntah, ruam kulit, dan nyeri pada belakang mata.
Pada kasus yang lebih parah, DBD pada orang dewasa dapat disertai dengan pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah, hingga bintik-bintik merah yang banyak di kulit. Gejala lainnya yang bahaya dan harus diwaspadai juga adalah kulit yang dingin, pucat, jantung berdebar, hingga kesulitan bernapas.
BACA JUGA:
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas, maka segera pergi ke rumah sakit dan mendapatkan pemeriksaan. Penanganan DBD harus secepat mungkin, karena dapat berisiko menyebabkan kematian.