Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba melalui Desk Pemberantasan Narkoba yang terdiri dari berbagai KL mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Narkotika Nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Sepanjang Februari 2025, Desk Pemberantasan Narkoba berhasil mengungkap 14 kasus besar, menyita 1,2 ton narkotika, dan mengamankan 37 tersangka dengan nilai barang bukti mencapai Rp 1 triliun. Hal ini disampaikan pada Konferensi Pers "Hasil Penindakan Desk Pemberantasan Narkoba" di Halaman Parkir Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin(03/03/2025), yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang juga hadir pada konferensi pers tersebut menyampaikan bahwa sebagai lembaga yang fokus pada pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, turut berkontribusi dalam upaya pencegahan narkoba, khususnya di lingkungan keluarga dan remaja.

"Pemerintah tak hanya berjuang melalui penindakan hukum, tapi juga melalui pencegahan dan edukasi. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus memperkuat program Generasi Berencana (GenRe) yang membekali remaja dengan wawasan, keterampilan, dan ketahanan diri agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Melalui Forum GenRe Indonesia, lebih dari 436.000 remaja telah mendapatkan pendampingan dan edukasi untuk membangun masa depan yang lebih baik," ungkap Wamen Isyana.

Wamen Isyana juga menjelaskan bahwa bentuk lain pencegahan adalah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Di sinilah remaja bisa berdiskusi, bertanya, dan mendapatkan bimbingan dari teman sebaya yang telah dilatih. PIK-R hadir di sekolah dan komunitas, memberikan ruang aman bagi generasi muda untuk belajar tentang kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta bahaya narkoba.

"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Mari bersama-sama menjaga generasi muda, memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bebas dari narkoba" lanjut Wamen Isyana.