Bagikan:

JAKARTA - Penelitian terbaru yang diterbitkan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkap tentang manfaat vaksin human papillomavirus (HPV) pada kanker serviks. HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling umum, yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, dan lainnya.

Melalui temuan CDC terungkap vaksin HPV dapat menurunkan tingkat lesi prakanker serviks hingga sekitar 80 persen. Hasil ini diperoleh setelah dilakukan penelitian terhadap wanita berusia 20-24 tahun, yang diskrining untuk kanker serviks antara tahun 2008 dan 2022.

“Data tersebut konsisten dengan dampak yang cukup besar dari program vaksinasi HPV AS pada prakanker serviks, dengan penurunan terbesar pada kelompok usia termuda yang manfaat vaksinasinya akan pertama kali diamati,” pernyataan peneliti, dikutip dari Forbes, pada Senin, 3 Maret 2025.

Seorang ahli, Jane Montealegre dari MD Anderseon Cancer Center di Houston, menilai temuan penelitian CDC tersebut sangat baik untuk penggunaan vaksin HPV ke depannya. Dengan temuan tersebut diharapkan semakin banyak orangtua dan wanita muda yang menggunakan vaksin HPV.

“Hal ini seharusnya meyakinkan orang tua bahwa mereka melakukan hal yang benar dalam memvaksinasi anak-anak mereka terhadap HPV,” tuturnya.

Seperti diketahui, wanita muda merupakan kelompok orang yang sangat dianjurkan untuk menerima vaksin HPV. Vaksin ini telah direkomendasikan di Amerika Serikat sejak 2006, untuk anak perempuan berusia 11 atau 12 tahun.

Kemudian rekomendasi penggunaan vaksin ini berlanjut pada anak laki-laki dengan usia sama mulai 2011 lalu. Suntikan vaksin susulan direkomendasikan bagi siapa pun hingga 26 tahun.

Sementara itu, vaksin HPV merupakan bagian penting dalam tujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghilangkan kanker serviks secara global di masa depan. Beberapa negara sudah memberikan vaksinasi dan skrining dalam skala besar untuk mencegah perkembangan kanker serviks lebih cepat.