JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa gonore menjadi semakin resisten terhadap antibiotik. Gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang menyerang alat kemalin, rektum, tenggorokan, dan mata.
Fakta bahwa penyakit tersebut semakin resisten terhadap obat diperoleh melalui data baru dari Program Pengawasan Antimikroba Gonokokus yang Ditingkatkan (EGASP), yang memantau penyebaran gonore.
“Upaya global ini sangat penting untuk melacak, mencegah, dan menanggapi gonore yang resisten terhadap obat dan untuk melindungi kesehatan masyarakat di seluruh dunia,” kata Direktur Departemen WHO untuk HIV, TB, Hepatitis & IMS, Tereza Kasaeva, dikutip dari laman resmi WHO, Senin, 24 November 2025.
Antara tahun 2022 dan 2024, resistensi terhadap ceftriaxone dan cefixime, antibiotik utama yang digunakan untuk mengobati gonore meningkat tajam. Dari 0,8 persen menjadi 5 persen, dan dari 1,7 persen menjadi 11 persen masing-masing, dengan strain resistensi yang terdeteksi di lebih banyak negara.
Resisten terhadap azitromisin tetap stabil pada 4 persen, sementara resistensi terhadap siprofloksasin mencapai 95 persen. Kamboja dan Vietnam melaporkan tingkat resistensi tertinggi.
SEE ALSO:
Lebih dari setengah dari semua kasus gejala gonore pada pria (52 persen) dilaporkan dari negara-negara di Wilayah Pasifik Barat WHO. Termasuk Filipina (28 persen), Vietnam (12 persen), Kamboja (9 persen), dan Indonesia (3 persen).
Negara-negara di Wilayah Afrika WHO menyumbang 28 persen kasus, diikuti negara-negara di Wilayah Asia Tenggara (13 persen Thailand), Wilayah Mediterania Timur (4 persen Qatar), dan Wilayah Amerika (2 persen Brasil).
Usia rata-rata pasien adalah 27 tahun. Di antara kasus, 20 persen adalah pria yang berhubungan seks dengan pria, dan 42 persen melaporkan beberapa pasangan seksual dalam 30 hari terakhir.
“WHO meminta semua negara untuk mengatasi meningkatkan tingkat infeksi menular seksual (IMS) dan mengintegrasikan pengawasan gonore ke dalam program IMS nasional,” pungkas Tereza.