Bagikan:

JAKARTA - Ketika berbicara mengenai kehidupan seksual, bukan hanya tentang kenikmatannya saja, tetapi juga terdapat penyimpangan-penyimpangan yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah masokis.

Masokis merupakan kelainan seksual di mana seseorang merasa nyaman dan puas secara seksual ketika dirinya disakiti oleh pasangannya, atau ia menyakiti pasangannya. Penyimpangan ini tergolong perilaku berisiko tinggi, yang bisa berakibat fatal.

“Orang-orang ini (pengidap masokis) tidak membutuhkan lingkungan yang aman. Mereka mengejar sensasi yang tinggi,” kata psikiater, Mariana Castillo, dikutip dari Elpais pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Pelaku masokis mewujudkan hasrat dari fantasi seksualnya dengan cara menyakiti diri sendiri. Mereka juga bisa beraksi dengan pasangannya dengan perilaku yang menyakiti fisik maupun psikis saat berhubugan seksual.

Peneliti di Universitas Wurzburg di Jerman dan penulis penelitian Journal of Research in Personality, Karolina Dyduch-Hazar, menyampaikan bahwa masokis mungkin terjadi karena pemikiran penderita yang sudah ditipu terkait rasa sakit sebagai hal yang menyenangkan.

“Salah satu penjelasan yang mungkin mengapa orang-orang seperti itu ada adalah bahwa mereka menikmati perubahan mendadak yang datang dengan kesadaran bahwa pikiran telah ditipu oleh tubuh,” jelas Hazar.

Masokis juga bisa terjadi karena fantasi seks (fetish) yang tidak terbendung, hingga trauma seksual pada masa kecil. Seseorang dapat dikatakan menderita gangguan masokis jika ia memiliki dorongan, fantasi, dan perilaku seksual yang intens dengan cara dipukuli, disakiti, atau dilecehkan lebih dari 6 bulan.

Dibandingkan perempuan, pria lebih banyak terlibat dalam perilaku masokis. Masokis yang tidak terbatas dan tidak ditangani bisa berbahaya menyebabkan asfiksia seksual.

Kondisi tersebut membuat para masokis merasa terangsang dan mendapat kepuasan seksual ketika dirinya dicekik, dijerat dengan tali, atau dibekap dengan kantung plastik. Bentuk masokis ini bisa saja menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, gangguan masokis seksual harus diatasi. Mulai dari psikoterapi dengan tenaga profesional agar perilaku masokis dikendalikan dan penggunaan obat-obatan yang membantu meredam perilaku tersebut.