JAKARTA - Rusia melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal ke infrastruktur energi Ukraina, yang memaksa pembatasan listrik nasional dan menewaskan tiga orang, termasuk seorang gadis berusia tujuh tahun.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko menuduh Moskow menargetkan rakyat Ukraina dan pasokan listrik menjelang musim dingin.
"Tujuan mereka adalah menjerumuskan Ukraina ke dalam kegelapan. Tujuan kami adalah menjaga cahaya," ujar Svyrydenko di aplikasi Telegram dilansir Reuters, Kamis, 30 Oktober.
"Untuk menghentikan teror, kami membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara, sanksi yang lebih keras, dan tekanan maksimal terhadap agresor,” sambungna.
Para pejabat daerah mengatakan dua pria tewas di kota industri Zaporizhzhia, dan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun dari wilayah Vinnystia meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita dalam serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya melancarkan serangan terhadap fasilitas kompleks industri militer Ukraina semalam.
Moskow membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan serangannya merupakan respons atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur Rusia.
Ukraina telah melancarkan serangan pesawat nirawak secara berkala terhadap fasilitas militer dan minyak dalam upaya melawan invasi Rusia yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 650 pesawat nirawak dan 50 rudal semalam.
"Banyak yang ditembak jatuh, tetapi sayangnya, ada yang terkena serangan," tulisnya di X.
Unit pertahanan udara menembak jatuh 592 drone dan 31 rudal, kata angkatan udara.
Serangan tersebut menghantam fasilitas energi di wilayah tengah, barat, dan tenggara, kata pejabat Ukraina.
Pemerintah mengumumkan pembatasan pasokan listrik nasional untuk konsumen ritel dan industri. Di beberapa wilayah, pasokan air dan pemanas juga terganggu.
また読む:
Pejabat daerah mengatakan dua fasilitas energi di wilayah Lviv barat telah rusak. DTEK, perusahaan energi swasta terbesar, mengatakan pembangkit listrik termalnya di sejumlah wilayah sedang diserang.
“.Serangan ini merupakan pukulan telak bagi upaya kami untuk menjaga pasokan listrik tetap mengalir musim dingin ini," kata Maxim Timchenko, CEO DTEK.
"Berdasarkan intensitas serangan selama dua bulan terakhir, jelas Rusia bertujuan untuk menghancurkan sistem energi Ukraina sepenuhnya,” imbuhnyay.
Enam anak termasuk di antara 17 orang yang terluka dalam serangan di Zaporizhzhia, kata gubernurnya. Empat orang terluka di wilayah Vinnystia, kata para pejabat.
Peringatan udara berlangsung hampir sepanjang malam di Kyiv, tempat penduduk berlindung di stasiun-stasiun metro bawah tanah.
"Tidak ada yang baik di sini. Kami berusaha sebaik mungkin untuk bersembunyi," kata Viktoria, 39, ibu dari seorang anak laki-laki berusia enam tahun, kepada Reuters di stasiun metro.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)