Bagikan:

JAKARTA - Kelelahan sering kali dianggap hal biasa dalam rutinitas harian, padahal itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan istirahat yang cukup.

Jika terus diabaikan, kondisi ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Tubuh memiliki cara sendiri untuk “berkomunikasi”, dan memahami tanda-tandanya menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, menjelaskan bahwa banyak orang tidak menyadari gejala kelelahan karena dianggap sepele.

“Tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele. Bila diabaikan secara terus menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik maupun mental,” kata Ngabila seperti dikutip ANTARA, Rabu, 6 Mei.

Ia menyebutkan beberapa tanda umum tubuh mengalami kelelahan, di antaranya mudah mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi, sering lupa, serta perubahan emosi seperti lebih sensitif atau mudah marah.

Selain itu, kondisi lelah juga bisa ditandai dengan keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri otot berkepanjangan, mata terasa berat, hingga menurunnya daya tahan tubuh yang membuat seseorang lebih mudah sakit.

Salah satu penyebab utama dari berbagai gejala tersebut adalah kurangnya kualitas tidur. Ngabila menjelaskan bahwa “utang tidur” memang bisa sedikit dikompensasi dengan tidur lebih lama di akhir pekan, namun hal itu tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

“Namun, bila terlalu berlebihan sampai siang atau mengubah jam tidur drastis, ritme biologis tubuh bisa terganggu dan justru membuat tubuh lebih lemas saat kembali beraktivitas. Yang paling baik adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari dan memperbaiki kualitas tidur secara bertahap,” ujarnya.

Untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas, ia menyarankan agar waktu tidur dan bangun dijaga konsisten setiap hari. Mengurangi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur juga dapat membantu tubuh lebih rileks.

Selain itu, suasana kamar sebaiknya dibuat nyaman, gelap, dan sejuk. Hindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh di malam hari karena dapat mengganggu waktu istirahat.

Ngabila juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan secara rutin agar tubuh tetap bugar dan memiliki stamina yang baik.

Ia mengingatkan, apabila rasa lelah berlebihan terus berlangsung meskipun sudah cukup beristirahat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan gangguan seperti Anemia, masalah tidur, stres, atau penyakit lainnya.