JAKARTA - Minum air putih di sela-sela makan merupakan kebiasaan yang dilakukan banyak orang. Namun, banyak mitos yang bertebaran terkait hal ini, seperti dapat membuat perut terasa penuh lebih cepat hingga dikhawatirkan merusak kelancaran sistem pencernaan.
Dikutip dari Real Simple, pada Selasa, 28 April 2026, dr. Arshpreet Saraan, MD, mengatakan bahwa minum air saat makan sebenarnya tidak memberikan pengaruh signifikan pada pencernaan.
“Jika Anda hanya menyeruput air saat makan, tidak akan ada peningkatan atau penurunan pencernaan secara pasti,” kata dr. Saraan.
Saat makanan ditelan, maka tubuh akan memprosesnya. Makanan akan turun ke kerongkongan dan berakhir di perut, yang di sana terdapat enzim pencernaan, yang membantu pemrosesan makanan dalam tubuh dan semua proses itu dapat dibantu oleh air.
Memilih untuk tidak minum saat makan memang tidak akan membahayakan tubuh. Namun, menyediakan segelas air dalam jangkauan saat makan jauh lebih disarankan untuk menjaga kelancaran sistem di dalam perut.
“Saya selalu suka menganggap saluran pencernaan sebagai sungai, dan jika tidak ada cukup makanan dan tidak ada cukup air, maka tidak ada yang benar-benar bergerak,” tutur ahli gizi, Mackenzie Blair, RD, CIEC.
Meski demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang menghindari minum saat makan. Bagi individu yang menderita gangguan gastrointestinal atau masalah pencernaan seperti GERD, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan.
“Anda hanya meningkatkan tekanan di dalam perut, sehingga gejala refluks Anda bisa memburuk,” tegas dr. Saraan.
Oleh karena itu, minum air saat makan sebaiknya dihindari oleh penderita GERD. Bagi yang tidak memiliki kondisi tertentu, minum air saat makan tidak menjadi sebuah masalah, selama air yang diminum saat makan tidak berlebihan, maka dapat berdampak positif.
BACA JUGA:
Cairan yang masuk akan mendukung kelancaran proses pelumatan makanan di dalam tubuh. Selain itu, minum air saat makan juga dapat mencegah makan secara berlebihan.
“Hal itu dapat memengaruhi isyarat rasa kenyang dan membantu Anda menyadari rasa kenyang pada tingkat yang wajar,” pungkas Blair.