JAKARTA - Menimbang berat badan sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat momen-momen yang dinilai sebagai waktu terbaruk untuk menimbang berat badan.
Dikutip dari Hindustian Times, menimbang berat badan di waktu buruk akan memberikan Anda penilaian kenaikan atau penurunan berat badan yang semu. Berikut tiga waktu terburuk untuk menimbang berat badan yang sebaiknya dihindari.
1. Tepat setelah melakukan olahraga intens
Banyak yang beranggapan bahwa setelah melakukan olahraga intens, maka momen yang tepat untuk menimbang berat badan. Padahal, momen ini justru termasuk dalam daftar waktu terburuk untuk menimbang badan.
Hal tersebut karena setelah olahraga tubuh bisa mengalami berat badan karena kehilangan banyak cairan melalui keringat, atau justru lebih berat karena adanya peradangan otot sementara. Ini membuat angka di timbangan tidak akurat.
BACA JUGA:
2. Setelah konsumsi makanan bernatrium tinggi
Konsumsi makanan yang mengandung natrium tinggi seperti makanan cepat saji dapat menyebabkan lonjakan timbangan yang drastis, yang bersifat sementara. Kandungan garam yang tinggi memaksa tubuh untuk mengikat air lebih banyak agar konsentrasi natrium dalam darah tetap seimbang.
Setelah konsumsi makanan tinggi natrium, jari-jari tangan akan sedikit bengkak atau wajah terlihat lebih sembap. Kondisi ini hanya retensi air sementara yang akan hilang sehari atau dua hari, jika Anda konsumsi air dalam jumlah cukup.
3. Saat menstruasi
Pada perempuan, masa pra-mesntruasi dan selama menstruasi berlangsung adalah periode yang sangat tidak disarankan untuk mengecek berat badan. Ini karena perubahan hormon selama siklus menstruasi sering membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga berat badan bisa naik sementara.
Angka timbangan biasanya akan kembali normal secara otomatis setelah masa menstruasi selesai. Oleh karena itu, jangan menimbang berat badan di masa menstruasi, yang mungkin bisa saja berakhir merusak suasana hati Anda.