Bagikan:

JAKARTA - Sembelit menjadi salah satu keluhan yang paling sering muncul selama Ramadan. Perubahan jadwal makan, kurangnya asupan cairan, serta rendahnya konsumsi serat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat dari biasanya. Akibatnya perut terasa penuh, tidak nyaman, bahkan sulit buang air besar.

Menurut Dr. Jayakumar B. Kannan dari Aster Clinic, perubahan pola makan saat puasa memang dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus.

“Selama Ramadan bahkan setelahnya, jumlah bakteri baik dalam usus bisa menurun. Karena itu, menjaga asupan probiotik sangat penting untuk kesehatan pencernaan jangka panjang,” jelasnya, dikutip dari laman Gulf News.

Probiotik adalah mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan flora usus. Ketika jumlahnya cukup, proses pencernaan menjadi lebih lancar dan risiko sembelit pun berkurang.

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan ritme biologis, termasuk dalam sistem pencernaan. Waktu makan yang terbatas membuat sebagian orang cenderung makan dalam porsi besar saat berbuka, tetapi kurang minum dan kurang asupan serat.

Dr. Prithvi Shivalingaiah dari Medcare Royal Speciality Hospital menjelaskan probiotik membantu sistem cerna bekerja lebih efisien.

“Probiotik membantu memecah makanan dengan lebih baik, mengurangi kembung dan gangguan pencernaan setelah Iftar dan Sahur. Mereka juga membantu mengatur pergerakan usus sehingga mencegah sembelit yang sering terjadi akibat kurangnya asupan serat dan cairan,” ujarnya.

Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, yang penting selama menjalani ibadah puasa.

Agar terhindar dari sembelit selama Ramadan, berikut beberapa makanan kaya probiotik yang bisa dimasukkan ke menu Sahur maupun Iftar.

1. Yogurt Tanpa Gula

Pilih yogurt dengan kultur hidup (live cultures). Yogurt membantu menyeimbangkan bakteri usus dan memperlancar pencernaan. Bisa dikonsumsi saat sahur atau sebagai menu penutup saat berbuka.

2. Greek Yogurt

Selain tinggi probiotik, Greek yogurt juga kaya protein sehingga membantu kenyang lebih lama.

3. Kefir

Minuman fermentasi ini mengandung kombinasi bakteri dan ragi baik yang efektif membantu kesehatan usus.

4. Kombucha

Minuman teh fermentasi ini tidak hanya baik untuk usus, tetapi juga membantu hidrasi jika dikonsumsi di antara waktu berbuka dan sahur.

5. Sayuran Fermentasi

Kimchi dan sauerkraut kaya akan bakteri baik yang membantu memperlancar buang air besar.

6. Tempe dan Miso

Produk fermentasi kedelai seperti tempe dan sup miso juga mengandung probiotik alami yang baik untuk sistem pencernaan.

Kombinasikan dengan Serat dan Cukup Cairan

Meski probiotik penting, sembelit tidak akan teratasi tanpa asupan serat dan cairan yang cukup. Konsumsi buah seperti pepaya, pir, dan apel, serta perbanyak sayuran hijau, oat, dan kacang-kacangan saat sahur. Minum air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur juga membantu melunakkan feses dan memperlancar buang air besar.

Jika sulit mendapatkan probiotik dari makanan, suplemen bisa menjadi pilihan. Namun konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan, terutama bagi penderita gangguan pencernaan seperti IBS atau penyakit radang usus.

Dengan pola makan seimbang, cukup serat, serta tambahan probiotik, risiko sembelit selama Ramadan bisa ditekan. Puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa gangguan perut yang mengganggu aktivitas dan ibadah.