JAKARTA - Bulan Ramadan adalah waktu bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk menjalankan ibadah puasa, salah satu kewajiban dalam rukun Islam. Selama sebulan penuh, umat Muslim menahan lapar dan haus sejak fajar hingga matahari terbenam.
Setelah berpuasa seharian, momen yang paling dinantikan tentu saja waktu berbuka. Banyak orang menyiapkan hidangan di rumah, sementara yang lain mencari takjil sambil menikmati suasana sore atau ngabuburit.
Namun, tidak semua orang memperhatikan urutan makan yang baik saat berbuka. Dosen Fakultas Kedokteran di IPB University, dr Widya Eka Nugraha, MSiMed, yang merupakan ahli biomedik biologi sel dan molekuler, menjelaskan bagaimana sebaiknya memilih dan mengonsumsi makanan saat berbuka agar tubuh tetap sehat.
Menurut dr Widya, tujuan utama berbuka puasa adalah mengembalikan energi dan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Karena itu, disarankan untuk memulai dengan makanan yang bisa cepat memberi energi sekaligus memenuhi kebutuhan cairan.
Lalu, bagaimana urutan makan yang dianjurkan saat berbuka? Berikut penjelasannya.
1. Kurma dan air putih
Kurma dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka karena bisa menjadi sumber energi cepat serta mengandung serat, kalsium, dan zat besi. Meski begitu, kandungan gulanya cukup tinggi, sehingga tetap perlu dibatasi.
“Makan kurma 3-7 butir saat berbuka merupakan jumlah yang ideal. Buah-buahan segar dapat dikonsumsi dalam jumlah cukup saat berbuka sebagai sumber energi yang ideal,” jelas dr Widya, seperti dilansir dari laman IPB University.
Selain itu, tubuh juga perlu segera mendapat cairan. Disarankan minum cukup air antara waktu berbuka hingga sahur, sekitar delapan gelas. Saat berbuka sendiri, sebaiknya minum 1–2 gelas terlebih dahulu.
2. Karbohidrat
Makanan sumber karbohidrat seperti nasi, roti, kentang, dan sejenisnya boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya dalam porsi kecil, sekitar seperempat piring. Langsung makan satu porsi penuh saat berbuka tidak dianjurkan karena bisa memicu gangguan pencernaan, seperti kembung atau perut terasa tidak nyaman.
3. Daging dan sumber protein lainnya
Saat berbuka, sebaiknya juga mengonsumsi makanan tinggi protein, misalnya daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang polong, atau produk susu rendah lemak. Protein membantu memberi rasa kenyang lebih cepat sehingga dapat mencegah makan berlebihan.
Selain itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat berbuka. dr Widya mengingatkan untuk membatasi makanan olahan dan makanan tinggi garam.
"Sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi saat berpuasa," kata dr Widya.
BACA JUGA:
“Hindari juga jenis minuman yang mengandung kafein dan minuman manis seperti sirup, jus dengan gula atau susu kental manis. Jangan makan terlalu banyak saat berbuka, tetapi juga jangan makan terlalu banyak setelah tarawih.” lanjutnya.
Ia juga menyarankan agar memberi jeda setidaknya dua jam antara makan malam dan waktu tidur. Hal ini penting untuk mencegah gangguan pencernaan saat malam hari.