Bagikan:

JAKARTA - Media sosial melahirkan tren kesehatan baru. Kali ini yang ramai di TikTok adalah minuman bernama feminine health juice atau jus kesehatan feminin. Warnanya cerah, rasanya segar dan klaimnya bikin banyak orang penasaran. Mulai dari memperbaiki aroma vagina, mencegah infeksi, sampai meningkatkan gairah seksual.

Biasanya jus ini berbahan dasar cranberry dan nanas, lalu dikombinasikan dengan bahan lain seperti delima, kayu manis, atau buah-buahan tinggi antioksidan. Para kreator konten mempromosikannya dengan gaya bombastis.

“Kalau kamu mau pasanganmu memuja setiap langkahmu, maka minum ini," ujar seleb TikTok @wellnesswithcharms, dikutip dari laman New York Post.

Ada juga yang menyebut minuman ini bisa memberi sensasi luar biasa dalam kehidupan seksual. Tapi di balik promosi yang heboh, para dokter punya pendapat berbeda.

Dokter spesialis kandungan Dr. Sonya Brar menegaskan klaim tersebut terlalu berlebihan.

“Dari sudut pandang medis, saya tidak percaya kombinasi jus ini bisa memberikan keajaiban untuk kesehatan vagina,” jelasnya.

Menurutnya, memang benar buah-buahan mengandung vitamin, antioksidan, dan cairan yang baik untuk tubuh secara umum. Hidrasi yang cukup juga penting untuk kesehatan kandung kemih, ginjal, pencernaan, bahkan membantu mengatasi kulit kering di area sensitif. Namun ada sisi negatif yang sering diabaikan.

“Yang saya khawatirkan adalah kandungan gula yang tinggi dalam jus, karena bisa memicu pertumbuhan jamur berlebih di vagina,” tambahnya.

Kadar gula yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri dan jamur di area kewanitaan, yang justru bisa meningkatkan risiko infeksi jamur.

Ia juga menekankan makan buah utuh jauh lebih bermanfaat dibanding meminumnya dalam bentuk jus.

“Selalu lebih baik mengonsumsi buah langsung daripada dijus, karena kandungan seratnya lebih tinggi,” ujarnya.

Dibandingkan minum jus manis setiap hari, Dr. Brar menyarankan cara yang lebih sederhana untuk tetap terhidrasi.

“Menambahkan perasan buah segar ke dalam air putih adalah cara yang bagus untuk memberi rasa tanpa gula berlebih, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sekitar delapan gelas air per hari,”katanya.

“Kebutuhan cairan harian sebaiknya bukan berasal dari jus atau minuman manis dan berkafein," tambahnya.

Satu bahan yang memang punya sedikit dasar ilmiah adalah cranberry, terutama terkait pencegahan infeksi saluran kemih (ISK).

“Penelitian menunjukkan produk cranberry dapat membantu menurunkan risiko ISK dengan membuat bakteri terutama E. coli, lebih sulit menempel di dinding kandung kemih," kata Dr. Jill Maura Rabin, dokter kandungan.

Namun ia juga memberi catatan penting. Efek ini tidak selalu berlaku untuk semua orang dan jus cranberry bukanlah cara paling efektif.

“Untuk mendapatkan manfaat pencegahan, dibutuhkan jumlah yang cukup besar, sementara banyak jus kemasan tinggi gula dan mengandung zat yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal,” jelasnya.

Bagi orang yang sering terkena ISK, suplemen cranberry dengan kandungan minimal 36 mg proanthocyanidins (PACs) dinilai lebih efektif dibanding jus biasa. Hal yang terpenting, cranberry bukanlah obat.

“Cranberry dalam bentuk apa pun bukan pengobatan untuk ISK. Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil atau sering ingin kencing, segera periksa ke tenaga kesehatan,” tegasnya.

Minum jus buah tentu tidak salah, apalagi jika tanpa tambahan gula. Tubuh tetap mendapat vitamin dan cairan. Namun menganggap feminine health juice sebagai solusi ajaib untuk kesehatan vagina jelas tidak tepat.

Kesehatan area intim lebih dipengaruhi oleh pola hidup menyeluruh yakni cukup minum air putih, makan bergizi seimbang, menjaga kebersihan dengan benar, serta memeriksakan diri ke dokter bila ada keluhan. Tren boleh diikuti, tapi jangan sampai termakan janji manis yang belum tentu terbukti secara medis.