TANGERANG – Menopause bukan sekadar akhir dari siklus menstruasi, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Setelah menopause, kadar estrogen wanita menetap pada tingkat rendah, yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti pengeroposan tulang (osteoporosis) dan penyakit jantung.
Untuk memitigasi risiko tersebut, dr. Rinto Riantori, Sp.OG dari RS Premier Bintaro, menyarankan strategi perlindungan kesehatan jangka panjang bagi wanita pascamenopause.
“Penurunan estrogen meningkatkan risiko pengeroposan tulang. Sangat dianjurkan bagi wanita di fase ini untuk meningkatkan asupan kalsium disertai latihan beban rutin. Selain itu, menjaga pola makan rendah lemak jenuh dan rutin mengontrol tekanan darah menjadi krusial untuk menjaga kesehatan jantung,” ujar dr. Rinto.
BACA JUGA:
Selain gaya hidup, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin tetap wajib dilakukan. Pemeriksaan seperti tes kepadatan tulang (bone density test), mamografi, dan pap smear adalah instrumen penting untuk memantau kesehatan pascamenopause secara menyeluruh. Dengan pemantauan yang tepat, wanita tetap dapat menikmati kualitas hidup yang aktif, sehat, dan bebas dari keluhan sisa menopause yang berat.