JAKARTA - Penyakit kritis adalah kondisi medis serius yang mengancam jiwa, membutuhkan perawatan intensif, dan sering kali memerlukan biaya tinggi. Beberapa di antaranya adalah penyakit kanker, serangan jantung dan penyakit kardiovaskular, stroke, hingga gagal ginjal.
Pada umumnya penyakit kritis berdampak signifikan pada kualitas hidup, bersifat kronis, atau berpotensi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Dengan risikonya yang besar tersebut, maka setiap orang sebaiknya melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit kritis.
Praktisi Medis dan Pemerhati Kesehatan, dr. Gia Pratama, mengatakan terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk pencegahan terjadinya penyakit kritis, seperti di bawah ini.
1. Melakukan pengecekan kesehatan rutin
Melakukan pengecekan kesehatan rutin menjadi salah satu langkah yang sangat dianjurkan dilakukan untuk pencegahan penyakit kritis. Terutama bagi yang berusia 35 tahun ke atas, dianjurkan melakukan cek kesehatan atau medical check-up rutin setahun sekali.
“Semua, apalagi yang sudah di atas 35 tahun, ayo medical check-up rutin tiap tahun kalau bisa. Jadi terpantau tahun ini ada perubahan nggak, tahun depan juga cek. Kalau sudah, jaga terus untuk stabil,” kata Dokter Gia, saat ditemui di kawasan Setidabudi, Jakarta, pada Selasa, 27 Januari 2026.
2. Olahraga
Berolahraga dengan rutin memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Perlu diingat bahwa olahraga tidak sekadar untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga organ penting lainnya dalam tubuh, yang membantu mencegah terjadinya penyakit kritis.
“Yang saya lihat oleh masyarakat Indonesia, olahraga itu fungsinya terlalu dikerdilkan hanya untuk menurunkan berat badan. Padahal, fungsi olahraga lebih dari itu,” tuturnya.
BACA JUGA:
3. Konsumsi makanan sehat
Tips lainnya untuk mencegah terkena penyakit kritis adalah dengan menerapkan pola makan sehat sejak dini. Ini karena apa yang kita makan dan minum berperan penting terhadap regenerasi sel, dan jika konsumsi makan tidak sehat akan mengganggu berbagai fungsi organ tubuh.
“Ayo jaga makanannya, karena apa pun yang kita konsumsi di mulut, itu menjadi bahan baku untuk regenerasi sel berikutnya,” tegasnya.
4. Miliki jaminan kesehatan
Memiliki jaminan kesehatan, seperti asuransi kesehatan juga sangat penting. Ini akan membantu Anda untuk melakukan tindakan pencegahan atau penanganan penyakit kritis dengan lebih baik.
“Dan jangan lupa, punya penjaminan yang mumpuni untuk pembiayaan kesehatan,” ujar Dokter Gia.
Salah satu jaminan kesehatan yang bisa dimiliki adalah Zurich Critical Care, yang diluncurkan oleh PT Zurich Topas Life (Zurich Life). Ini merupakan produk asuransi penyakit kritis dengan perlindungan komprehensif terhadap 141 penyakit kritis, meliputi penyakit kritis tahap awal hingga tahap akhir.
“Produk itu dirancang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan preventive health care. Pencegahan bukan hanya tentang menghindari sakit, tetapi tentang kesiapan, baik secara fisik maupun finansial. Dengan perlindungan yang tepat, nasibat dapat mengambil keputusan medis yang lebih cepat dan fokus pada pemulihan tanpa terbebani kekhawatiran biaya,” pungkas Direktur PT Zurich Topas Life, Santy Gui.