Bagikan:

JAKARTA - Selama bertahun-tahun, pola makan vegetarian dan vegan kerap dianggap sebagai kunci hidup sehat dan panjang umur. Namun sebuah penelitian besar terbaru justru menemukan fakta yang berbeda. Konsumsi daging dalam jumlah seimbang disebut dapat mendukung peluang seseorang untuk hidup hingga usia 100 tahun.

Temuan ini berasal dari studi jangka panjang yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Fudan, China, terhadap ribuan lansia berusia di atas 80 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang lanjut usia yang tetap mengonsumsi daging memiliki peluang lebih besar untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan mereka yang sepenuhnya menghindari produk hewani.

Penulis utama penelitian, Dr Xiang Gao menjelaskan kebutuhan nutrisi pada usia lanjut sangat berbeda dibandingkan usia produktif.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa pada orang dewasa berusia 80 tahun ke atas, pola makan yang mencakup makanan nabati dan hewani lebih mampu mendukung kelangsungan hidup hingga usia 100 tahun dibandingkan pola makan vegetarian yang ketat," ujarnya, dikutip dari laman Daily Mail UK.

Penelitian ini menganalisis data 5.203 peserta dari Chinese Longitudinal Healthy Longevity Survey yang dimulai pada 1998. Seluruh responden berusia 80 tahun atau lebih saat penelitian dimulai. Dari jumlah tersebut, 1.495 orang berhasil hidup hingga usia 100 tahun, sementara 3.744 lainnya meninggal sebelum mencapai usia tersebut.

Setelah memperhitungkan faktor lain seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan umum, para peneliti menemukan bahwa lansia yang tidak mengonsumsi daging memiliki peluang 19 persen lebih rendah untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan mereka yang menjalani pola makan omnivora.

Perbedaan paling mencolok terlihat pada kelompok vegan. Lansia yang sepenuhnya menghindari produk hewani tercatat memiliki peluang hingga 29 persen lebih rendah untuk menjadi centenarian. Sementara itu, vegetarian yang masih mengonsumsi telur dan produk susu memiliki risiko 14 persen lebih rendah dibandingkan pemakan daging.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti konsumsi daging secara berlebihan adalah solusi umur panjang. Sayuran tetap memegang peran penting. Lansia yang mengonsumsi sayuran setiap hari tercatat memiliki peluang lebih dari 80 persen lebih besar untuk hidup hingga usia 100 tahun.

Namun konsumsi daging ternyata sangat berpengaruh pada lansia dengan berat badan di bawah normal. Pada kelompok ini, konsumsi daging harian dikaitkan dengan peluang 44 persen lebih tinggi untuk mencapai usia 100 tahun.

"Asupan protein dan mikronutrien dari sumber hewani tampaknya sangat penting bagi lansia dengan kondisi tubuh yang rentan," tulis para peneliti dalam laporan yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition.

Dr Gao juga menekankan manfaat pengurangan konsumsi daging yang sering dianjurkan pada usia muda tidak selalu berlaku bagi usia lanjut.

"Pada kelompok usia sangat tua, risiko kekurangan gizi bisa menjadi lebih besar dibandingkan manfaat pengurangan daging," katanya.

Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam pola makan lansia. Kombinasi makanan nabati dan hewani dinilai lebih aman dan efektif dalam mendukung umur panjang yang sehat, terutama di tengah populasi lanjut usia yang terus meningkat.

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan panduan gizi yang lebih spesifik untuk lansia, khususnya mereka yang telah memasuki usia lanjut ekstrem.

"Pola makan seimbang adalah kunci utama untuk mencapai usia panjang yang sehat." pungkas Dr Gao.