JAKARTA - Selama libur panjang, termasuk liburan akhir tahun, pola makan masyarakat kerap mengalami perubahan. Waktu makan menjadi tidak teratur, pilihan menu cenderung tinggi kalori, serta konsumsi sayur dan buah sering terabaikan.
Padahal, menjaga pemenuhan gizi seimbang di masa liburan penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh, menjaga energi, serta mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.
Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, menekankan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang selama libur tahun baru berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi, protein, serta zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.
Menurutnya, pola makan yang seimbang juga membantu seseorang terhindar dari masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jika kebiasaan ini dapat dijaga secara konsisten, maka momen perayaan tahun baru tidak akan berdampak negatif bagi kesehatan. Dengan demikian, aktivitas perayaan tetap dapat dinikmati dalam kondisi tubuh yang sehat dan bugar.
Ali menjelaskan bahwa menu makanan seimbang yang terdiri atas sumber karbohidrat seperti nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan, apabila dikonsumsi dalam porsi yang tepat, mampu menjadi sumber energi untuk beraktivitas sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
BACA JUGA:
Ia juga menilai bahwa saat perayaan tahun baru, porsi makanan yang disajikan di rumah maupun di restoran umumnya tidak sebesar pada perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, sehingga potensi konsumsi berlebihan relatif lebih kecil.
Namun demikian, jika seseorang merasa mengonsumsi makanan secara berlebihan saat perayaan tahun baru, hal tersebut masih dapat disiasati dengan menyesuaikan pola makan pada hari berikutnya, misalnya dengan mengurangi asupan atau kembali ke pola makan normal.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian, lanjut Ali, adalah kurangnya waktu istirahat akibat begadang hingga dini hari untuk merayakan pergantian tahun. Meski demikian, kondisi ini masih bisa diperbaiki dengan mencukupi waktu istirahat dalam satu hingga dua hari setelahnya agar stamina kembali pulih.
“Pada dasarnya, dalam kondisi apa pun, istirahat yang cukup dan pola makan yang seimbang—tidak berlebihan dan tidak kekurangan—merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.
Terkait konsumsi suplemen, Ali menyampaikan bahwa kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Apabila asupan gizi sudah terpenuhi melalui makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, maka penggunaan suplemen tambahan sebenarnya tidak menjadi keharusan.