Bagikan:

JAKARTA - Banyak orang percaya kolesterol tinggi hanya masalah bagi mereka yang kelebihan berat badan. Padahal kurus bukan jaminan bebas risiko kolestrol. Meski tubuh terlihat ramping, kolesterol tinggi tetap bisa mengintai tanpa terlihat dari luar.

Para pakar kesehatan meminta orang bertubuh kurus merasa aman dari kolestrol. Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang bentuk tubuh.

Dilansir dari laman Times of India, salah satu faktor terbesar adalah genetik. Beberapa orang terlahir dengan kondisi familial hypercholesterolemia yaitu kecenderungan tubuh memproduksi kolesterol tinggi secara alami.

Artinya Anda harus rutin olahraga, makan sehat, tapi kolesterol tetap tinggi. Itu sebabnya meski tubuhnya fit dan rajin olahraga, tetap harus mengonsumsi obat kolesterol.

Kurus bukan alasan untuk makan apa saja tanpa konsekuensi. Makanan tinggi lemak jenuh dan olahan tetap menumpuk di dalam tubuh, meski tidak terlihat dari luar.

Orang kurus sering mengira metabolisme mereka super cepat, tapi arteri mereka tetap bisa 'menjerit' akibat makanan tidak sehat. Ada istilah TOFI yaitu Thin Outside, Fat Inside. Orang dengan kondisi ini tampak kurus, tapi lemak visceral menempel di organ vital. Lemak jenis ini paling berbahaya karena bisa memengaruhi jantung dan kolesterol.

Kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Orang kurus yang jarang bergerak, tidur kurang, stres tinggi, atau terlalu banyak konsumsi kafein tetap berisiko tinggi memiliki kolesterol yang buruk.

Banyak orang mengira ukurannya kecil, berarti sehat. Padahal kolesterol tidak bisa dilihat dari luar. Banyak orang baru sadar kolesterolnya tinggi saat melakukan tes darah rutin.

Angka LDL yang tinggi atau HDL yang rendah bisa terjadi pada siapa saja, termasuk yang kurus. Jadi, jangan menunggu gejala muncul.