Bagikan:

JAKARTA - Setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda-beda, mulai dari segi tekstur, diameter, maupun kepadatannya. Di antara berbagai jenis rambut, terdapat dua istilah yang sering disalahpahami terkait rambut, yakni rambut halus dan rambut tipis.

Rambut halus dan tipis sering dianggap sama, padahal keduanya menggambarkan kondisi rambut yang sangat berbeda. Perbedaan antara rambut halus dan rambut tipis sebenarnya cukup mencolok.

Dikutip dari Elle, Sabtu, 13 Desember 2025, penata rambut Sam McKnight, mengatakan rambut halus berkaitan dengan ketebalannya, sedangkan rambut tipis terkait kepadatannya.

“Rambut halus mengacu pada ketebalan setiap helai, sementara rambut tipis mengacu pada kepadatannya (jumlah helai di kulit kepala,” kata Sam.

Rambut halus berarti setiap helainnya memiliki diameter yang kecil. Ini berarti seseorang bisa memiliki rambut yang padat, tetapi tetap tergolong halus karena helaiannya tipis.

Sedangkan rambut tipis mengacu pada sedikitnya jumlah helai rambut di kulit kepala, meski diameter tiap helai bisa saja sedang sampai tebal. Ini karena jumlahnya tidak banyak, rambut tampak jarang, sehingga disebut tipis.

Untuk terjadinya rambut halus pada umumnya terjadi karena genetik. Pada kondisi ini, tidak mudah untuk mengubah ketebalan rambut tersebut.

“Bentuk dan ukuran folikel rambut merupakan sifat genetik, dan kita tidak dapat mengubah ketebalan batang rambut,” tutur dermatolog Helena Kuhn, MD.

Sementara untuk rambut yang tipis disebabkan oleh lebih banyak faktor. Selain karena memang karakter asli rambut, rambut tipis juga bisa terjadi akibat menurunnya kepadatan rambut, kekurangan zat besi dan vitamin juga bisa menjadi penyebabnya.

“Penipisan rambut bisa terjadi karena kekurangan nutrisi, perubahan hormon, atau faktor genetik,” pungkas ahli trikologi, Hannah Gaboardi.