Bagikan:

JAKARTA - Panggilan sayang ke pasangan seperti “sayang” atau “baby” sering dinilai klise dan membuat sebagian orang merasa risih. Namun, studi mengungkap bahwa panggilan sayang antar pasangan tersebut bisa bikin hubungan lebih langgeng.

Studi tersebut dilakukan di Superdrug Online Doctor, terhadap 1.026 orang dewasa di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Partisipan berusia 20 hingga 71 tahun yang telah menjalin hubungan minimal satu bulan, dengan komposisi 49 persen responden dari Eropa dan 51 persen dari AS.

Ditemukan bahwa penggunaan nama panggilan mampu meningkatkan kepuasan hubungan hingga 16 persen di AS dan 9 persen di Eropa. Panggilan sayang yang populer digunakan adalah cutie, princess, hingga honey.

“Itu bisa menjadi tanda bahwa keduanya telah merasa cukup nyaman dan membangun bahasa cinta bersama,” kata tim Superdrug dalam laporannya, dikutip dari Independent, pada Jumat, 5 Desember 2025.

Adapun panggilan sayang yang jarang digunakan oleh kebanyakan pasangan adalah sweet cheeks, papi, hingga daddy.

Penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships tahun juga menemukan bahwa pasangan yang menggunakan nama panggiilan unik cenderung lebih puas dalam hubungan.

Meski demikian, studi tersebut mencatat bahwa frekuensi penggunaan nama panggilan sayang menurun seiring lamanya hubungan pasangan. Terutama pada pasangan yang sudah memiliki anak.