JAKARTA — Keberhasilan penanganan kanker sangat bergantung pada kemampuan mendeteksi penyakit ini secara dini dan akurat. Salah satu bidang yang kini berperan besar adalah kedokteran nuklir, cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan bahan radioaktif dosis rendah untuk menghasilkan citra internal tubuh secara detail.
Teknologi ini memungkinkan dokter melihat aktivitas biologis di dalam jaringan tubuh bukan sekadar bentuk anatomi seperti pada CT scan atau MRI sehingga membantu mengidentifikasi sel kanker sejak fase awal.
Sayangnya, di Indonesia, akses terhadap teknologi pencitraan nuklir seperti PET/CT (Positron Emission Tomography/Computed Tomography) dan SPECT/CT (Single Photon Emission Computed Tomography/CT) masih terbatas, terutama di luar kota besar.
Padahal, ketepatan diagnosis berperan penting dalam menentukan jenis terapi kanker yang sesuai dengan kondisi biologis setiap pasien. Seperti kita tahu, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan keterlambatan diagnosis menjadi salah satu tantangan utama.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sekitar 50 persen kasus kanker dapat dicegah atau ditangani lebih baik jika ditemukan pada tahap awal.
"Peningkatan kasus kanker menuntut kami untuk terus berinovasi. Melalui kedokteran nuklir yang lebih cepat, akurat, dan berpusat pada pasien. Ini menjadi langkah penting dalam mempercepat deteksi dini kanker serta mendukung pengobatan yang lebih personal dan tepat sasaran."
Demikian kata dr. Yudistira Wastu Putra, MARS., MM, Direktur RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dalam acara kemitraannya dengan GE Healthcare di Bekasi, baru-baru ini.
BACA JUGA:
Kriswanto Trimoeljo, CEO GE HealthCare Indonesia, menyatakan, inovasi di bidang kedokteran nuklir melalui alat seperti PET/CT dan SPECT/CT dapat menjadi game-changer dalam penanganan kanker di Indonesia.
"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional melalui inovasi teknologi dan kemitraan strategis dengan rumah sakit," ungkapnya.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan alat kesehatan berteknologi tinggi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan diagnostik tenaga medis lokal melalui pelatihan dan integrasi sistem digital.
Dengan inovasi itu, pasien diharapkan dapat memperoleh hasil diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan terapinya.