Bagikan:

JAKARTA - Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group, Dr. Ben Widaja, MBChB (UK), resmi masuk dalam daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40 tahun 2026.

Pengakuan ini diberikan kepada para pemimpin muda yang berhasil menciptakan dampak signifikan di bidangnya sebelum usia 40 tahun.

Daftar FORTUNE Indonesia 40 Under 40 menyoroti figur-figur inspiratif dari berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pemerintahan, yang mampu menerjemahkan visi dan strategi menjadi perubahan nyata.

Masuknya nama Dr. Ben yang masih genap berusia 38 tahun ke dalam daftar ini mencerminkan transformasi besar yang ia dorong dalam sistem pelayanan kesehatan swasta di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, Mandaya Royal Hospital Puri berkembang pesat tidak hanya dari sisi pelayanan medis, tetapi juga dari sisi tata kelola dan kinerja finansial.

Mandaya Royal Hospital Puri berhasil menembus jajaran 10 rumah sakit dengan pendapatan tertinggi di Indonesia dalam waktu dua tahun sejak beroperasi.

Selain itu, Mandaya juga mencatatkan EBITDA positif dalam enam bulan dan net profit positif dalam 18 bulan pertama operasionalnya.

“Pengakuan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana Mandaya berupaya menghadirkan standar baru layanan kesehatan di Indonesia — menggabungkan kualitas klinis, teknologi, dan pengalaman pasien yang benar-benar berpusat pada manusia.” ujar dr. Ben Widaja dalam keterangannya, Senin, 16 Februari.

Dr. Ben, yang menempuh pendidikan di Faculty of Biology, Medicine, and Health, University of Manchester Medical School, Inggris, dan meraih gelar Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery (MBChB (UK)), dikenal sebagai sosok penting di balik hadirnya berbagai teknologi medis mutakhir di Mandaya dan Indonesia.

Latar belakang pendidikan kedokteran internasional tersebut memperkuat visinya dalam menghadirkan standar layanan kesehatan berkelas dunia.

Salah satu terobosannya adalah menghadirkan lengan robot Zamenix pertama di Asia Tenggara untuk tindakan batu ginjal yang lebih presisi, minim risiko, dan meningkatkan akurasi prosedur bagi pasien.

Mandaya juga menjadi satu-satunya rumah sakit swasta di Indonesia yang mengantongi dua lisensi transplantasi organ sekaligus, yakni transplantasi ginjal dan hati.

Di bidang onkologi, Mandaya menghadirkan pusat kanker komprehensif dengan layanan Digital PET CT Scan, Kedokteran Nuklir, Radioterapi Linac Elekta Versa HD, Brakiterapi, Imunoterapi, ICG Cancer Surgery, Apheresis untuk kanker darah, hingga HIPEC untuk kasus kanker usus besar dan kanker ovarium yang menyebar ke rongga perut.

Berbagai teknologi inovatif lainnya turut diperkenalkan, seperti Rezum untuk pembesaran prostat jinak, HIFU (High Intensity Focused Ultrasound) untuk menangani miom rahim tanpa operasi, Cryotherapy untuk kanker paru, serta PFA (Pulsed Field Ablation) untuk ablasi jantung.

Di bawah kepemimpinannya di Mandaya Hospital Group, dr. Ben membangun pendekatan layanan yang berangkat dari pandangan bahwa pasien adalah individu utuh dengan kebutuhan yang melampaui aspek klinis.

Menurutnya, rumah sakit tidak cukup hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi harus menjadi ruang pemulihan yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan dihargai.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep patient-centered care secara menyeluruh.

Layanannya dirancang tidak hanya fokus pada diagnosis dan tindakan medis, tetapi juga memperhatikan kondisi emosional, psikologis, sosial, hingga spiritual pasien dan keluarganya.

Untuk mengimplementasikan visi ini, dr. Ben mengintegrasikan tiga fondasi utama, yaitu kolaborasi erat antar dokter spesialis berpengalaman, pemanfaatan teknologi medis mutakhir berstandar global, serta kehadiran tim patient experience yang memastikan kebutuhan non-medis pasien terpenuhi secara menyeluruh.

Baginya, rumah sakit yang unggul adalah institusi yang mampu menjaga martabat pasien, menghadirkan empati dalam setiap proses perawatan, dan memastikan pengalaman yang manusiawi di setiap tahap perjalanan kesehatan.

Berkat kepemimpinannya yang inovatif, Dr. Ben juga mendapatkan pengakuan global melalui berbagai penghargaan, termasuk CEO of the Year 2023 (Healthcare Asia Awards), CEO of the Year 2024 (Healthcare Management Excellence Awards), serta Entrepreneurial Spirit Award 2025 (EY Consulting).

Dengan visi kuat, strategi terukur, serta keberanian berinovasi, Dr. Ben dinilai layak menjadi salah satu tokoh kesehatan paling berpengaruh di Indonesia saat ini.