JAKARTA - Perubahan pada siklus haid sesekali memang hal yang wajar. Namun jika Anda sering mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Berikut 6 penyebab mengapa haid bisa terjadi dua kali dalam satu bulan, seperti dilansir dari laman Medical News Today.
1. Perubahan Sementara atau Siklus yang Lebih Pendek
Terkadang seseorang bisa mengalami siklus haid yang lebih pendek dari biasanya, sehingga terjadi dua kali dalam sebulan. Setelah itu, siklus biasanya akan kembali normal.
Itulah sebabnya dokter biasanya tidak langsung membuat diagnosis hanya berdasarkan satu kali perubahan, kecuali disertai gejala infeksi atau masalah kesehatan lain yang lebih serius.
2. Usia Muda dan Masa Pubertas
Siklus menstruasi yang tidak teratur sangat umum dialami oleh remaja yang baru mulai menstruasi. Pada masa pubertas, kadar hormon sering kali naik turun secara drastis, sehingga siklus bisa menjadi lebih pendek atau justru lebih panjang.
Menurut Office on Women’s Health, dibutuhkan sekitar tiga tahun sejak menstruasi pertama agar siklus haid menjadi lebih teratur.
3. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim seperti di ovarium, saluran tuba, atau area panggul lainnya.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut, kram hebat, dan perdarahan tidak teratur. Terkadang perdarahan tersebut cukup banyak sehingga terlihat seperti datang bulan kedua.
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan panggul dan USG. Namun satu-satunya cara untuk menegakkan diagnosis secara pasti adalah melalui tindakan bedah kecil yang disebut laparoskopi.
4. Perimenopause
Perimenopause adalah masa transisi menuju menopause, di mana kadar hormon estrogen dan progesteron mulai berubah.
Fase ini bisa berlangsung hingga 10 tahun sebelum seseorang benar-benar berhenti menstruasi.
Selama perimenopause, siklus haid sering menjadi tidak teratur. Siklusnya bisa lebih pendek, lebih panjang hingga terkadang tidak datang sama sekali dalam beberapa bulan.
Jika seseorang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, maka dianggap telah memasuki masa menopause.
5. Masalah pada Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid yang terletak di leher berfungsi mengatur banyak proses hormonal tubuh, termasuk metabolisme dan suhu tubuh.
Gangguan pada tiroid, baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif) dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.
Menurut Office on Women’s Health, sekitar 1 dari 8 wanita akan mengalami masalah tiroid sepanjang hidupnya.
Gejala hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif, bisa muncul dalam berbagai bentuk. Penderita biasanya mudah merasa kedinginan, sering mengalami sembelit, dan cepat merasa lelah.
Selain itu, perdarahan haid cenderung lebih banyak dari biasanya, kulit tampak pucat, wajah terlihat bengkak, denyut jantung melambat, dan berat badan bisa bertambah tanpa alasan yang jelas.
Sebaliknya pada hipertiroidisme yaitu kondisi saat kelenjar tiroid terlalu aktif. Gejala yang muncul justru berkebalikan. Seseorang bisa mudah merasa panas, matanya tampak menonjol, lebih sering buang air besar, serta mengalami kesulitan tidur dan mudah tersinggung. Denyut jantung biasanya menjadi lebih cepat, dan berat badan dapat turun tanpa sebab yang pasti.
Kedua kondisi ini bisa diobati, jadi penting untuk berkonsultasi ke dokter jika Anda mencurigai adanya gangguan tiroid.
6. Miom Rahim (Uterine Fibroids)
Miom atau fibroid adalah benjolan jinak yang tumbuh di dalam rahim. Meski tidak bersifat kanker, miom dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat atau lebih sering dari biasanya.
Selain menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat, miom rahim juga dapat menimbulkan berbagai gejala lain. Penderitanya sering merasa ada rasa penuh atau tertekan di area panggul, yang terkadang disertai dengan dorongan untuk sering buang air kecil.
Miom juga dapat menyebabkan nyeri di punggung bagian bawah serta rasa tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual.
Penyebab pasti miom belum diketahui, tetapi faktor genetik dan perubahan kadar hormon diyakini berperan besar.
Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan panggul dan USG.
BACA JUGA:
Jika Anda mengalami dua kali menstruasi dalam sebulan selama 2–3 bulan berturut-turut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Selain itu, segera periksa jika mengalami hal-hal berikut ini:
- Perdarahan sangat banyak hingga harus mengganti pembalut atau tampon setiap jam
- Mengeluarkan gumpalan darah besar
- Merasa pusing atau hampir pingsan
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri panggul yang berat
- Sesak napas
- Perubahan berat badan tanpa sebab jelas
Terlalu sering menstruasi bisa menandakan adanya kondisi medis yang perlu diobati. Selain itu, perdarahan berlebihan juga dapat menyebabkan anemia akibat kekurangan zat besi, yang bisa menimbulkan kelelahan dan lemas berkepanjangan.