Bagikan:

YOGYAKARTA – Bayangkan Anda sedang menikmati seporsi nasi hangat dengan lauk favorit, lalu tiba-tiba seekor lalat hinggap sebentar lalu pergi. Apakah makanan yang dihinggapi lalat masih aman untuk dimakan? Pertanyaan seperti ini sering muncul di benak.

Berdasarkan penelitian ilmiah, banyak faktor yang ternyata membuat makanan bisa dimakan setelah dihinggapi lalat. Saat lalat hinggap pada makanan, mungkin terjadi kontaminasi mikroba dan dalam waktu tertentu sebaiknya makanan tersebut dibuang.

Risiko makanan yang dihinggapi lalat

Lalat disebut sebagai vektor mekanis karena mampu memindahkan patogen dari lingkungan kotor ke makanan manusia. Lalat terbiasa hidup di tempat kotor, bangkai, dan limbah, sehingga tubuh dan kakinya terpapar berbagai mikroorganisme. Beberapa studi dilansir IFL Science, Kamis, 2 Oktober, menunjukkan lalat bisa membawa ratusan jenis bakteri, virus, dan parasit, termasuk yang sudah resisten terhadap antibiotik.

Fakta ini membuat seekor lalat yang tampak kecil sebenarnya bisa menjadi perantara penyakit berbahaya ketika menyentuh makanan Anda. Meskipun lalat tidak memiliki gigi, serangga ini harus melarutkan makanan padat terlebih dahulu sebelum menyerapnya. Prosesnya dilakukan dengan mengeluarkan cairan pencernaan berupa enzim atau ludah ke permukaan makanan, yang kemudian melarutkan bagian padat agar bisa dihisap kembali.

apakah makanan yang dihinggapi lalat boleh dimakan
Ilustrasi penjelasan berdasarkan penelitian dan sumber ilmiah tentang apakah makanan yang dihinggapi lalat boleh dimakan (Freepik)

Sayangnya, cairan ini bisa membawa serta mikroba dari makanan atau tempat sebelumnya yang disentuh lalat, sehingga makanan yang tampak utuh berisiko terkontaminasi bakteri. Belum lagi telur lalat yang menempel pada makanan bisa menetas selama 8-24 jam dan seekor lalat betina bisa bertelur sebanyak 100-150 telur. Menurut ahli serangga, inilah alasan mengapa satu sentuhan lalat sering dianggap lebih menjijikkan daripada sekadar hinggapnya seekor serangga lain.

Berapa cepat kontaminasi bisa terjadi?

Kontaminasi makanan akibat lalat dapat berlangsung dalam hitungan menit. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri Escherichia coli dapat berpindah ke makanan segera setelah lalat hinggap, dan dalam beberapa kasus hanya butuh lima ekor lalat untuk mencemari burger dalam waktu 15 menit. Tingkat kontaminasi meningkat jika lalat lebih lama menempel atau jumlahnya lebih banyak, dan kondisi makanan yang lembap akan memperbesar risikonya. Hal ini berarti meski sekilas terlihat sepele, satu atau dua lalat bisa cukup untuk mengubah keamanan makanan yang Anda konsumsi.

Satu lalat yang menyentuh makanan sebentar umumnya dianggap berisiko rendah, terutama jika makanan baru matang dan orang yang mengonsumsi dalam kondisi sehat. Namun, jika makanan terbuka cukup lama dan banyak lalat hinggap, potensi paparan mikroba meningkat drastis. Melansir Reader’s Digest, lalat dapat menyebarkan E. coli, salmonella, dan bahkan parasit penyebab disentri. Jadi, keputusan aman atau tidaknya makanan sangat bergantung pada lamanya kontak, jumlah lalat, jenis makanan, serta kebersihan lingkungan.

apakah makanan yang dihinggapi lalat boleh dimakan
Ilustrasi penjelasan berdasarkan penelitian dan sumber ilmiah tentang apakah makanan yang dihinggapi lalat boleh dimakan (Freepik)

Patogen yang dapat dibawa lalat

Berbagai penelitian menyebutkan lalat mampu membawa lebih dari seratus jenis patogen, termasuk Salmonella, E. coli, Shigella, serta virus, jamur, dan parasit. Beberapa mikroba tersebut berbahaya karena dapat menimbulkan diare, keracunan makanan, hingga penyakit serius lain. Lebih buruk lagi, sebagian bakteri yang dibawa lalat memiliki sifat resisten terhadap antibiotik, sehingga lebih sulit diobati jika terjadi infeksi. Fakta ini menjadikan lalat bukan sekadar gangguan kecil, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan pangan.

Tips menjaga makanan tetap aman jika ada lalat di sekitar

Langkah sederhana seperti menutup makanan dengan tudung saji atau wadah tertutup dapat mencegah lalat hinggap. Makanan juga sebaiknya segera dikonsumsi setelah disajikan, karena semakin lama dibiarkan terbuka, semakin tinggi risikonya. Menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah secara rutin, dan mengurangi area lembap akan membuat lalat enggan datang. Jika makanan sudah terlanjur dihinggapi lalat dalam waktu lama, memanaskan ulang bisa membantu menurunkan risiko, tetapi ketika ragu, membuangnya adalah pilihan terbaik.

Seekor lalat yang hinggap pada makanan tidak selalu membuat makanan itu otomatis berbahaya, tetapi risikonya nyata dan tidak boleh diremehkan. Dalam kondisi bersih dan waktu singkat, bahaya mungkin kecil, Namun jika makanan dibiarkan terbuka dengan banyak lalat yang hinggap, peluang kontaminasi meningkat tajam. Dengan langkah sederhana seperti menutup makanan, menjaga kebersihan, dan membuang makanan yang mencurigakan, Anda bisa tetap aman tanpa harus cemas berlebihan.