Bagikan:

YOGYAKARTA – Ikan asin merupakan salah satu bahan pangan yang digemari banyak orang. Makanan ini sangat mudah dijumpai di pasaran dan sering menjadi pilihan utama ketika ingin berhemat.

Meski sering dianggap sebagai bahan pangan sederhana, ikan asin bisa menjadi lauk pendamping nasi yang sempurna, terutama jika disajikan dengan sambal.

Secara tradisional, ikan asin diawetkan dengan metode penggaraman dan pengeringan (dijemur di bawah sinar matahari). Akan tetapi, masih ada oknum tertentu yang dalam proses pengawetannya menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin.

Padahal, penggunaan formalin untuk makanan tidak diperkenankan lantaran berbahaya untuk kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tanda atau ciri-ciri ikan asin bebas formalin agar tidak salah beli.

Ciri-Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri ikan asin bebas formalin yang perlu Anda ketahui:

  1. Memiliki Aroma Khas yang Menyengat

Ikan asin alami biasanya mengeluarkan bau khas yang cukup kuat, bahkan terkadang tercium kurang sedap. Aroma ini justru menjadi tanda bahwa ikan diproses tanpa bahan kimia. Sebaliknya, ikan asin yang mengandung formalin cenderung tidak memiliki bau karena aroma alaminya tertutup oleh zat kimia.

  1. Tekstur Mudah Hancur

Saat disentuh atau ditekan, ikan asin tanpa formalin cenderung rapuh dan mudah patah. Hal ini menunjukkan proses pengeringan dilakukan secara alami. Berbeda dengan ikan asin berformalin yang terasa keras, kenyal, dan tidak mudah rusak.

  1. Warna Tidak Terlalu Cerah

Ciri ikan asin bebas formalin berikutnya adalah warnanya yang tampak alami, biasanya agak kusam dan tidak terlalu menarik. Jika ikan asin terlihat sangat putih, bersih, atau terlalu mencolok, Anda perlu waspada karena bisa saja mengandung bahan kimia tambahan seperti pemutih atau formalin.

  1. Daging Ikan Lebih Tebal

Ikan asin dengan kualitas baik umumnya memiliki daging yang lebih tebal. Ini menandakan ikan yang digunakan masih segar saat proses pengasinan. Untuk jenis ikan teri, pilih yang ukurannya sedikit lebih besar agar tidak mudah hancur saat dimasak.

  1. Tidak Terlalu Awet

Ikan asin alami tetap memiliki batas daya simpan. Jika ikan asin terlihat tidak berubah meskipun disimpan dalam waktu lama, hal tersebut patut dicurigai. Kemungkinan besar ikan tersebut telah diberi bahan pengawet kimia.

  1. Dihinggapi Lalat

Meskipun terlihat kurang nyaman, keberadaan lalat justru bisa menjadi indikator alami. Lalat tertarik pada bau ikan asin yang diproses secara tradisional. Jika ikan asin tidak dihinggapi lalat meski dijual di tempat terbuka, ada kemungkinan ikan tersebut mengandung formalin atau zat kimia lainnya.

Demikian informasi tentang ciri-ciri ikan asin bebas formalin. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.