Bagikan:

YOGYAKARTA - Terdapat beberapa tanda batu empedu keluar, namin sayangnya sering kali tidak disadari penderitanya. Banyak orang baru menyadari setelah merasakan nyeri atau perubahan kondisi tubuh tertentu. Padahal, memahami gejala sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Batu empedu sendiri terbentuk dari endapan kolesterol atau zat sisa pencernaan yang mengeras di kantung empedu. Nah, proses keluarnya bisa menimbulkan rasa sakit hebat hingga gejala ringan yang kerap diabaikan.

Apa itu batu empedu?

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, batu empedu adalah gumpalan cairan empedu yang mengeras dan terbentuk di kantong empedu atau saluran empedu. Kantong empedu sendiri berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati, lalu menyalurkannya ke sistem pencernaan melalui saluran empedu.

Dokter kadang menyebut kondisi ini sebagai cholelithiasis. “Chole” berarti empedu, sedangkan “lithiasis” artinya pembentukan batu. Batu empedu terbentuk ketika endapan di dalam empedu mengumpul lalu mengkristal, biasanya karena kadar salah satu zat dalam empedu terlalu berlebih.

Meskipun demikian, tidak semua batu empedu menimbulkan masalah. Banyak orang memilikinya tanpa pernah sadar. Namun, batu empedu bisa berbahaya jika bergerak ke saluran empedu lalu menyumbatnya. Sumbatan ini bisa menimbulkan rasa sakit hebat hingga komplikasi serius.

Baca juga artikel medis lainnya dengan judul Proses Pencernaan Makanan dengan Bantuan Enzim di Tubuh Manusia

Masalahnya, batu empedu bisa terus membesar seiring waktu karena lapisan endapan empedu menempel sedikit demi sedikit. Awalnya mungkin hanya sebesar butiran pasir, tapi lama-lama bisa cukup besar untuk menghalangi aliran empedu, terutama di bagian sempit seperti saluran empedu atau leher kantong empedu.

Waspadai Batu Empedu di Tubuh Anda

Sementara itu, dilansir dari laman Brown University Health, terdapat gejala khas batu empedu mulai tumbuh dan keluar yang umumnya terbagi menjadi tiga jenis nyeri:

  • Nyeri di area antara tulang dada dan pusar (disebut nyeri epigastrium).
  • Nyeri di bawah tulang dada (substernal), kadang mirip serangan jantung.
  • Nyeri di perut kanan atas, yang bisa menjalar ke punggung kanan atau bahu kanan.

Rasa sakit ini disebut kolik bilier. Sifatnya bisa ringan sampai berat, terasa tajam atau seperti kram, dan berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam.

Nyeri biasanya muncul beberapa jam setelah makan, paling sering di malam atau dini hari, bahkan sering membuat penderitanya terbangun dari tidur. Nyeri ini bisa disertai mual, muntah, serta perut kembung.

Namun, perlu diingat jika perut kembung dan rasa penuh juga bisa terjadi karena sebab lain, bukan semata-mata karena batu empedu. Jika penyebabnya bukan batu empedu, mengangkat kantong empedu tidak akan menghilangkan gejala tersebut.

Satu-satunya gejala yang benar-benar khas dari penyakit batu empedu dan hampir selalu hilang setelah operasi kantong empedu, adalah tiga jenis nyeri yang disebutkan di atas.

Batu Empedu Keluar Bersama Feses

Batu empedu tidak bisa hilang tanpa pengobatan, namun kadang memang ada batu empedu kecil yang ikut keluar bersama feses, tapi biasanya hanya sebagian, bukan semuanya.

Bahkan setelah satu batu diangkat dari saluran empedu, batu lain bisa tetap ada atau terbentuk lagi. Satu-satunya cara agar batu empedu benar-benar berhenti muncul adalah dengan mengangkat kantong empedu.

Bagaimana bisa batu empedu bisa keluar lewat feses?

Umumnya Anda tidak akan merasakan batu empedu keluar bersama feses. Batu empedu yang bisa lolos biasanya berukuran sangat kecil, kurang dari 5 milimeter. Meski begitu, saat melewati saluran empedu, bisa muncul rasa nyeri singkat.

Batu empedu kecil dapat masuk ke saluran empedu utama (common bile duct), dan ada kemungkinan ia lolos ke usus dan akhirnya keluar lewat feses. Namun, tidak semua batu bisa melewati jalur ini.

Banyak kasus batu empedu yang justru tersangkut dan menimbulkan masalah serius. Jadi, jangan berharap semua batu empedu bisa keluar lewat cara ini.

Selain pembahasan mengenai tanda batu empedu keluar, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+