Bagikan:

YOGYAKARTA - Benjolan di dalam telinga seringkali membuat orang khawatir. Meski jarang terjadi, benjolan yang muncul di di dalam telinga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Pada sebagian orang, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, pada kasus lain, benjolan bisa terasa nyeri hingga menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Banyak orang menganggap benjolan di telinga hanyalah masalah kulit biasa seperti jerawat. Padahal, penyebabnya bisa lebih beragam, mulai dari kista, infeksi, hingga peradangan serius yang berisiko mengganggu fungsi pendengaran. Karena itulah, mengenali penyebab benjolan di telinga sangat penting agar penanganannya sesuai dengan penyebabnya.

Penyebab Benjolan di Dalam Telinga

Benjolan di telinga dapat dipicu oleh beberapa faktor. Ada yang bersifat ringan dan bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah, ada pula yang memerlukan pengobatan medis hingga tindakan operasi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab benjolan di dalam telinga.

  1. Jerawat

Jerawat tidak hanya muncul di wajah atau punggung, tetapi juga bisa tumbuh di sekitar telinga. Kondisi ini biasanya terjadi ketika folikel tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Akibatnya, timbul benjolan kecil yang bisa terasa nyeri, terutama jika terinfeksi bakteri.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan kompres hangat agar nanah lebih mudah keluar dengan sendirinya. Setelah itu, area telinga harus dibersihkan dengan baik untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Produk yang mengandung benzoil peroksida juga dapat membantu. Namun, bila jerawat di telinga sudah meradang parah, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

2. Bisul

Bisul atau abses adalah infeksi kulit yang sering disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini bisa muncul di berbagai area tubuh, termasuk telinga. Bisul di telinga biasanya tampak seperti benjolan berisi nanah, terasa hangat saat disentuh, dan menimbulkan nyeri yang mengganggu.

Dalam banyak kasus, bisul dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika ukurannya semakin besar atau menimbulkan rasa sakit berlebih, dokter mungkin akan memberikan antibiotik atau bahkan melakukan tindakan pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah.

3. Keloid

Keloid adalah jaringan parut berlebih yang terbentuk setelah kulit mengalami luka, misalnya akibat tindikan anting atau luka bakar. Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa terasa gatal, lebih keras, dan tampak menonjol sehingga mengganggu penampilan.

Penanganan keloid bisa dilakukan dengan pemberian suntikan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan. Dalam beberapa kasus, dokter juga menyarankan operasi pengangkatan atau prosedur cryotherapy yakni membekukan jaringan keloid agar mengecil dan tidak tumbuh lagi.

4. Kista Sebaceous

Kista sebaceous merupakan benjolan non-kanker yang muncul di bawah kulit akibat tersumbatnya kelenjar minyak. Meski lebih sering muncul di leher atau dada, kista ini juga bisa berkembang di area telinga. Benjolan biasanya berisi cairan atau lemak dan kadang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jika ukurannya membesar atau menimbulkan rasa sakit, tindakan medis berupa penyedotan cairan atau operasi pengangkatan bisa menjadi solusi untuk menghilangkannya.

5. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi serius yang menyerang tulang mastoid, yaitu tulang yang terletak di belakang telinga. Kondisi ini sering muncul sebagai komplikasi dari otitis media atau infeksi telinga tengah yang tidak ditangani dengan baik.

Gejalanya bisa berupa benjolan berisi nanah di belakang telinga, demam, keluarnya cairan dari telinga, hingga gangguan pendengaran. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik langsung melalui pembuluh darah, bahkan pasien perlu opname selama beberapa hari untuk memastikan pengobatan efektif.

6. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh di bawah kulit. Lipoma bisa tumbuh cukup besar dan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bila muncul di belakang telinga. Sebagian orang baru menyadari keberadaan lipoma setelah ukurannya membesar.

Jika ukurannya terus bertambah atau semakin mengkhawatir, operasi pengangkatan menjadi salah satu cara untuk menghilangkan benjolan. Konsultasi dengan dokter THT sangat disarankan agar diagnosis lebih tepat.

Berdasarkan penjelasan di atas, beberapa kondisi dapat sembuh dengan perawatan sederhana di rumah, namun ada juga yang membutuhkan penanganan medis. Karena itu, jangan sepelekan bila benjolan di telinga terasa nyeri, membesar, atau tidak kunjung hilang.

Langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan sesuai penyebabnya. Dengan penanganan tepat, kamu bisa terhindar dari komplikasi sekaligus menjaga kesehatan telinga tetap optimal.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+