Bagikan:

JAKARTA - Beberapa waktu belakangan viral di media sosial watermelon diet atau diet, yang disebut trik cepat untuk detoks atau membuang racun, dan menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Dikutip dari Women’s Health, pada Minggu, 17 Agustus 2025, watermelon diet mengharuskan seseorang hanya mengonsumsi semangka selama 3 sampai 7 hari, dengan versi paling populer adalah 5 hari. Beberapa makanan tambahan diperbolehkan, seperti protein rendah lemak, tetapi mayoritas hanya mengandalkan semangka sebagai sumber energi.

Metode diet ini viral di TikTok, dan banyak pengguna yang melakukannya mengklaim mengalami penurunan berat badan setelah hanya mengonsumsi semangka selama lima hari.

Namun, para ahli tidak menyarankan untuk melakukan watermelon diet. Semangka memang merupakan buah yang mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C, vitamin A, dan kandungan air sekitar 90 sampai 92 persen, sehingga perut bisa terasa kenyang meski kalori yang dikonsumsi rendah.

Meski demikian, dengan hanya konsumsi semangka penurunan berat badan umumnya berasal dari kehilangan cairan tubuh dan massa otot, bukan pembakaran lemak. Berat badan yang hilang itu bisa kembali dengan mudah jika pola makan normal dilanjutkan.

“Anda kemungkinan dapat menurunkan berat badan. Tetapi begitu Anda mulai makan makanan lain, semua berat badan itu akan kembali,” tutur ahli gizi, Keri Gans, RD.

Semangka juga tidak dianjurkan menjadi satu-satunya asupan makanan yang dikonsumsi. Dengan hanya mengonsumsi semangka dapat menyebabkan berbagai risiko bagi tubuh.

Mulai dari kekurangan protein dan lemak, risiko kehilangan otot akibat kurangnya asam amino esensial, gangguan elektrolit, pusing, kelelahan, hingga masalah pencernaan.

“Meskipun semangka adalah makanan sehat, tapi tidak sehat untuk hidup dengan semangka saja. Itu sama dengan makanan tunggal apa pun lainnya,” jelasnya.

Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan menerapkan pola makan seimbang, yang mencakup buah, sayur, protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Semangka bisa masuk dalam menu harian sebagai camilan segar, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk tubuh.