Bagikan:

JAKARTA - Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan langkah krusial untuk mencegah malnutrisi dan mendukung pertumbuhan optimal anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan nutrisi anak terpenuhi pada fase awal kehidupan ini.

Menurut Dr. Meta Herdiana Hanindita, SpA(K), anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, pemberian MPASI harus dilakukan dengan benar, mulai dari waktu yang tepat hingga kandungan nutrisinya.

MPASI yang diberikan harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien anak, yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Hal ini bertujuan untuk mencegah ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh anak, baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi.

"Pada prinsipnya untuk mencegah malnutrisi di 1000 HPK ya, boleh diberikan asi eksklusif dan dilanjutkan MPASI yang diberikan tepat waktu, adekuat (semua gizi tercukupi), aman, higienis,dan diberikan dengan cara yang benar atau responsif," kata dokter Meta seperti dikutip ANTARA.

Malnutrisi, menurut Dr. Meta, tidak hanya merujuk pada kondisi kekurangan nutrisi seperti wasting, stunting, atau gizi buruk, tetapi juga mencakup kelebihan gizi seperti obesitas. Selain itu, ada juga kondisi yang disebut "hidden hunger," yaitu defisiensi mikronutrien seperti kurangnya zat besi, zinc, atau vitamin A yang gejalanya sering tidak terlihat langsung.

Pemberian MPASI yang adekuat menjadi solusi untuk mencegah malnutrisi. Dr. Meta menjelaskan MPASI yang berkualitas harus mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein yang idealnya berasal dari protein hewani, dan lemak untuk menunjang pertumbuhan otak anak.

Selain itu, mikronutrien seperti vitamin dan mineral sangat penting untuk metabolisme tubuh serta menjaga daya tahan anak terhadap penyakit.

Keseimbangan nutrisi dalam MPASI harus disertai dengan pemantauan rutin terhadap pertumbuhan anak. Evaluasi ini melibatkan pengukuran berat badan, panjang, dan tinggi badan menggunakan alat yang terstandar, yang kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan dari WHO.

Jika terdapat tanda-tanda seperti stagnasi berat badan atau tinggi badan yang tidak sesuai usia, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dr. Meta juga menekankan pentingnya orangtua memahami kebutuhan nutrisi anak sesuai tahap perkembangannya. MPASI tidak hanya sekadar memberikan makanan tambahan, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak.

Memberikan MPASI yang benar di 1000 HPK adalah investasi besar bagi masa depan anak. Dengan mengutamakan pemenuhan nutrisi yang tepat serta pemantauan pertumbuhan secara teratur, risiko malnutrisi dapat diminimalkan, dan anak dapat tumbuh dengan optimal.