JAKARTA - Dalam momen peringatan Hari Anak Nasional, mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila mengajak orang tua lebih waspada terhadap demam berdarah dengue (DBD) yang mengintai anak-anak tanpa pandang musim.
Ibu dua anak ini membagikan tips sederhana namun krusial untuk melindungi keluarga dari bahaya dengue yang sering kali datang tanpa gejala.
"Kadang kita merasa sehat, padahal bisa jadi sedang membawa virus dengue. Nyamuk bisa menulari anggota keluarga lain, termasuk anak-anak kita sendiri,” ujar Tasya dalam talkshow Science Heroes – Pahlawan Cilik Cegah DBD by PT Takeda Innovative Medicines.
Menurut Tasya, pencegahan di rumah adalah kunci. Berikut beberapa langkah praktis yang rutin ia lakukan mulai dari rutin membersihkan tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Kemudian ia juga mengajak serta mengedukasi anak untuk bisa menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Langkah selanjutnya adalah menyediakan pakaian tertutup saat bermain di luar rumah atau di tempat yang rawan nyamuk serta ,endukung langkah pencegahan yang lebih menyeluruh, seperti vaksinasi dengue jika memungkinkan.
"Sebagai orang tua, kita enggak bisa cuma pasrah. Kita harus aktif cari tahu, peduli, dan bertindak. Pencegahan itu tanggung jawab kita,” tegasnya.
BACA JUGA:
Tasya Kamila juga mengingatkan anak-anak adalah kelompok paling rentan. Data Kemenkes RI menyebut angka kematian tertinggi akibat dengue terjadi pada usia 5–14 tahun. Itulah mengapa edukasi dan aksi harus dimulai dari rumah.
Di kesempatan yang sama, Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya perlindungan anak melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
"Hari Anak Nasional tahun ini membawa pesan kuat, yakni setiap anak berhak tumbuh sehat dan aman dari penyakit yang bisa dicegah. Dengue masih menyebabkan banyak kehilangan, masa bermain, pendidikan, bahkan nyawa,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga medis, akademisi, dan media, Takeda mendorong misi Nol Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030.
"Kami percaya, edukasi adalah langkah awal dari perubahan. Semakin banyak keluarga yang memahami pencegahan dengue, semakin besar pula peluang kita untuk menyelamatkan lebih banyak anak-anak,” tutup Andreas.