Bagikan:

YOGYAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Indonesia, dan nyamuk Aedes aegypti adalah biang keladinya. Untuk melindungi diri dan keluarga, Anda hanya perlu mengetahui waktu rawan nyamuk aedes aegypti mencari mangsa.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara tuntas waktu rawan nyamuk Aedes aegypti menyerang, mulai dari jam-jam tertentu hingga kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakannya.

Waktu Rawan Nyamuk Aedes Aegypti

Dilansir dari laman CDC, virus dengue menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi. Dua jenis nyamuk ini juga merupakan pembawa virus Zika dan chikungunya, lho.

Berbeda dengan beberapa nyamuk lain yang aktif di malam hari, nyamuk Aedes bisa menggigit kapan saja, baik siang maupun malam hari. Ini yang membuat kita harus selalu waspada.

Nyamuk-nyamuk ini paling suka bertelur di genangan air. Jadi, jangan heran kalau Anda menemukannya di ember, mangkuk, wadah minum hewan peliharaan, pot bunga, hingga vas. Mereka sangat betah hidup di dalam maupun di luar rumah, selalu dekat dengan manusia karena memang "suka" menggigit kita.

Nyamuk Aedes menjadi terinfeksi virus dengue ketika mereka menggigit orang yang sudah terjangkit DBD. Setelah itu, nyamuk yang sudah membawa virus ini bisa menyebarkannya ke orang lain melalui gigitan berikutnya.

Baca juga artikel yang membahas Batas Kritis Trombosit Demam Berdarah dan Cara Meningkatkan agar Normal

Cara Efektif Mencegah Nyamuk Aedes Berkembang Biak

Nyamuk Aedes dapat berkembang biak dengan cepat. Mengingat saat ini bulan Juli 2025, yang berarti sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Maka dengan menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan nyamuk sangat penting untuk menghindari lonjakan kasus DBD.

Dilansir dari laman San Diego County, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan dari nyamuk demam berdarah:

Kuras Genangan Air

Nyamuk Aedes senang bertelur di genangan air kecil, bahkan hanya seperempat inci air sudah cukup bagi mereka. Telur-telur ini bisa bertahan berbulan-bulan di wadah kering dan akan menetas saat terkena air.

Hanya butuh sekitar satu minggu bagi telur untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa yang siap menggigit. Jika Anda sering digigit nyamuk, kemungkinan besar sumbernya tidak jauh dari rumah Anda.

Untuk itu, kuras genangan air di dalam dan luar rumah setidaknya seminggu sekali! Periksa tempat-tempat seperti ember, wadah minum burung, tatakan pot bunga, dan mainan anak-anak.

Atasi Genangan Air yang Sulit Dibuang

Jika ada genangan air yang tidak bisa Anda buang, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan:

  • Gunakan ikan pemakan jentik. Untuk kolam, air mancur, atau kolam renang yang tidak terawat, Anda bisa menambahkan ikan pemakan jentik (mosquitofish).
  • Gunakan larvasida nyamuk. Produk ini bisa dibeli di toko perlengkapan rumah dan taman. Pastikan untuk mengikuti semua petunjuk pada label.

Setelah membersihkan genangan air di sekitar rumah Anda, ajak juga tetangga untuk melakukan hal yang sama. Dengan bekerja sama, kita bisa menghentikan penyebaran nyamuk.

Lindungi Diri dari Gigitan

Selain memberantas sarang nyamuk, penting juga untuk melindungi diri dari gigitannya dengan cara:

  • Gunakan losion anti-nyamuk. Pilih losion yang mengandung bahan aktif yang direkomendasikan seperti Deet, Picaridin, minyak lemon eucalyptus (OLE), IR3535, Para-menthane-diol (PMD), atau 2-undecanone. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pada label produk.
  • Kenakan pakaian tertutup. Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang berwarna terang juga dapat membantu mencegah gigitan.
  • Pasang kawat nyamuk. Pastikan jendela dan pintu rumah Anda memiliki kawat nyamuk dengan jaring halus agar nyamuk Aedes yang kecil tidak bisa masuk.

Selain waktu rawan nyamuk aedes aegypti, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!