Bagikan:

JAKARTA - Benjolan yang terdapat di leher sering kali dianggap sepele. Padahal, benjolan tersebut bisa menjadi tanda awal kanker tiroid yang perlu untuk diwaspadai.

Tiroid merupakan sepasang kelenjar dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, terletak di bagian depan leher dan menempel pada trakea. Kelenjar tersebut berguna untuk menghasilkan hormon tiroid, yang bertugas untuk mengatur metabolimes energi tubuh, suhu tubuh, kinerja jantung, pencernaan, serta sistem saraf dan otak.

Dalam kondisi normal, tiroid umumnya tidak terlihat dari luar. Jika terjadi gangguan pada kelenjar tiroid, maka bisa muncul benjolan atau kanker tiroid.

Kanker tiroid terjadi saat sel-sel abnormal pada jaringan tiroid tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Salah satu gejala yang sering ditemui pada pasien kanker tiroid adalah benjolan di leher.

“Sering sekali pasien datang itu dengan benjolan di leher. Bukan berarti setiap benjolan di leher itu adalah tiroid, kelenjar getah bening juga bisa, lemak juga bisa, tapi seringnya pasien (kanker tiroid) datang dengan gejala awal benjolan di leher,” kata Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Dr. dr. Diani Kartini, Sp. B, Subsp, Onk. (K), saat diskusi media di Menteng, Jakarta, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Selain benjolan di leher, gejala dari kanker tiroid juga meliputi perubahan suara (serak) yang menetap yang menandakan ganas, rasa mengganjal atau sulit menelan makanan, dan sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

Jika sudah mengalami salah satu atau beberapa dari gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi. Semakin cepat penanganan, maka peluang kesembuhan akan semakin tinggi.

“Untuk kanker tiroid angka ketahanan hidupnya cukup panjang, bahkan sampai 20 tahun pasien bisa survive, asal dikenali dari awal,” tuturnya.

Adapun penanganan kanker tiroid sangat bergantung pada jenis dan ukuran, serta kondisi kesehatan umum pasien. Beberapa metode pengobatan yang dialkukan antara lain pembedahan (tiroidektomi), terapi nuklir (RAI), terapi hormon, hingga radiofrequency ablation (RFA).