Bagikan:

JAKARTA - Dalam dunia kesehatan modern, suplemen kerap menjadi solusi instan bagi banyak orang yang ingin menjaga daya pikir dan fungsi otak tetap optimal.

Mulai dari vitamin, herbal, hingga tablet energi, produk-produk ini dipasarkan dengan klaim dapat meningkatkan konsentrasi, memori, hingga mencegah penurunan kognitif.

Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua suplemen bekerja seperti yang dijanjikan bahkan beberapa justru berpotensi memberikan dampak negatif pada kesehatan otak.

Mengutip dari sumber nutrisi terpercaya seperti EatingWell, para ahli mengingatkan penggunaan suplemen tertentu, terutama dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan medis, justru bisa memperburuk kondisi kesehatan, termasuk fungsi otak.

Berikut lima jenis suplemen yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga performa kognitif tetap sehat dan optimal:

1. Vitamin E Dosis Tinggi

Vitamin E memang dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel otak. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, manfaat ini bisa berubah menjadi risiko kesehatan.

“Mengonsumsinya dalam jumlah besar belum terbukti meningkatkan daya ingat atau fungsi kognitif pada individu sehat. Sebaliknya, terlalu banyak vitamin E dapat mengganggu proses pembekuan darah dan meningkatkan risiko stroke tertentu,” jelas Lisa Young, Ph.D., RDN, ahli gizi dan penulis bidang nutrisi.

2. Vitamin B6 Berlebihan

Vitamin B6 penting untuk fungsi otak dan sistem saraf, tetapi konsumsi dalam dosis tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, hingga gangguan koordinasi.

Ahli gizi Theresa Gentile, MS, RDN, CDN, menyarankan untuk memenuhi kebutuhan B6 melalui makanan alami seperti ikan, unggas, pisang, dan kentang daripada mengandalkan suplemen dosis tinggi.

3. Ginkgo Biloba

Tanaman herbal ini sering dikaitkan dengan peningkatan daya ingat dan fokus. Namun, penelitian menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.

Bahkan, ginkgo biloba bisa menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, pusing, hingga peningkatan risiko perdarahan, terutama bila dikombinasikan dengan obat pengencer darah.

Sebagai alternatif, menjaga pola tidur yang cukup dan hidrasi yang baik terbukti lebih efektif dalam mendukung fungsi otak.

4. Suplemen Kafein Dosis Tinggi

Kafein dalam jumlah sedang memang dapat membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, suplemen kafein—terutama dalam bentuk pil atau tablet energi—sering kali mengandung dosis tinggi yang justru mengganggu suasana hati, tidur, dan konsentrasi jangka panjang.

Mengonsumsi kafein dari sumber alami seperti teh atau kopi lebih aman dan memberikan efek yang lebih stabil bagi fungsi kognitif.

5. Suplemen Omega-6 Berlebih

Tubuh membutuhkan asam lemak omega-6, tetapi keseimbangannya dengan omega-3 sangat penting. Jika kadar omega-6 terlalu dominan, hal ini dapat memicu peradangan yang berdampak negatif pada kesehatan otak.

Untuk menyeimbangkan rasio ini, disarankan untuk meningkatkan konsumsi omega-3 dari makanan seperti ikan berlemak, kenari, dan biji rami, serta mengurangi makanan olahan tinggi omega-6.