YOGYAKARTA - Mencapai desibel (dB) yang sangat tinggi, sayangnya sound horeg telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai acara di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa dampak sound horeg untuk kesehatan telinga tidak main.
Artikel ini akan menjelaskan secara rinci dampak sound horeg untuk kesehatan telinga dan langkah-langkah pencegahan yang bisa kita ambil.
Apa Itu Sound Horeg?
Sebagaimana sudah VOI beritakan sebelumnya sound horeg adalah sebuah fenomena audio masif, kini tak terpisahkan dari pesta dan hajatan di Indonesia. Bukan sekadar bising, ia adalah perayaan budaya dengan identitas khas.
Awalnya, di era 2000-an, sound system sudah lazim digunakan untuk memeriahkan acara. Namun, titik balik sound horeg modern dimulai pada 2014 di Malang, Jawa Timur. Di sana, pengeras suara biasa bertransformasi menjadi parade perayaan, memadukan elemen tradisional dengan sentuhan kekinian.
Baca juga artikel yang membahas Sejarah Sound Horeg: Asal-usul dan Perkembangannya di Indonesia
Ledakan popularitasnya kian tak terbendung pasca-pandemi COVID-19 di tahun 2020. Sound horeg meledak sebagai respons atas dahaga masyarakat akan hiburan dan keramaian.
Tak butuh waktu lama baginya menancapkan kuku. Dari Malang, geliat sound horeg menyebar cepat ke berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Pati, Blitar, Jember, Kudus, Demak, dan Rembang, di mana gemuruhnya menjadi daya tarik utama perayaan.
Malang pantas disebut tanah kelahirannya. Komunitas Faskho Sengox dan BJ Hunter di Blitar dikenal sebagai pionir awal, membuka jalan bagi munculnya nama besar seperti Brewog Audio, kini ikon sound horeg di Malang.
Kini, sound horeg tak hanya jadi magnet hajatan. Dengan ciri khas bass super kuat dan panggung berjalan menggunakan kendaraan besar, ia menjadi bintang di berbagai karnaval dan festival desa di Jawa Timur, menarik ribuan orang larut dalam euforianya.
Ironisnya, sound horeg bukan cuma bikin bising, tapi juga bisa merusak pendengaran secara permanen.
Dampak Sound Horeg untuk Kesehatan Telinga
Dokter Gina Noor Djalilah, seorang pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), dengan tegas memperingatkan bahwa tingkat suara yang dihasilkan sound horeg bisa mencapai 120 hingga 135 desibel (dB).
Perlu diketahui, angka ini jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu tidak lebih dari 70 dB.
"Paparan di atas 85 dB saja sudah berisiko merusak jika terjadi dalam waktu lama. Suara sound horeg jauh melampaui batas itu," jelas dr. Gina, dilansir dari laman resme UM Surabaya.
Merusak Sel Rambut Halus di Koklea Permanen
Paparan sound horeg dapat merusak sel rambut halus di koklea, bagian dalam telinga yang vital untuk mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak. Parahnya, kerusakan ini bersifat permanen karena sel-sel tersebut tidak dapat tumbuh kembali.
Selain kehilangan pendengaran, dampak lain yang mengintai akibat suara bising ekstrem ini adalah tinnitus (dengingan terus-menerus di telinga), hiperakusis (sensitivitas berlebih terhadap suara), hingga risiko pecahnya gendang telinga.
Bahkan, sistem keseimbangan tubuh yang dikendalikan telinga bagian dalam pun bisa terganggu dan menyebabkan pusing atau vertigo.
Ternyata tidak hanya telinga, kebisingan ekstrem juga berpotensi memicu masalah kesehatan umum. Stres, kecemasan, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, hingga risiko penyakit jantung bisa muncul akibat paparan bising kronis yang memicu lonjakan hormon stres.
Mengingat resiko besar ini, dr. Gina mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari posisi terlalu dekat dengan speaker, menggunakan pelindung telinga, serta memberi waktu istirahat bagi telinga setelah terpapar kebisingan.
BACA JUGA:
Jadi, jangan sampai kesenangan sesaat merenggut indra pendengaran Anda selamanya. Apakah Anda setuju perlunya regulasi khusus dari karnaval sound horeg?
Selain dampak sound horeg untuk kesehatan telinga, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!