Bagikan:

YOGYAKARTA – Ubi jalar termasuk sumber makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan. Jenis umbi-umbian ini disukai banyak orang lantaran rasanya yang manis dan bertekstur lembut. Selain itu, ubi jalar juga mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan, baik sebagai makanan utama maupun camilan. Meski begitu, ada beberapa kelompok orang yang tidak dianjurkan makan ubi jalar.

Bagi individu dengan kondisi medis tertentu, konsumsi ubi jalar bisa memperparah masalah kesehatan. Lantas, siapa saja yang tidak boleh makan ubi jalar? Dihimpun dari berbagai sumber, simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Kelompok Orang yang Tidak Dianjurkan Makan Ubi Jalar

  1. Penderita Penyakit Liver

Kelompok pertama yang tidak dianjurkan makan ubi jalar adalah individu penderita penyakit liver. Alasannya, ubi jalar mengandung beta-karoten, salah satu jenis karotenoid, yakni zat pigmen yang memberikan warna kekuningan atau kemerahan pada buah, sayur, dan umbi-umbian.

Pada penderita penyakit liber, kadar beta-karoten yang berlebih di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko hipervitaminosis A (toksisitas vitamin A), yakni kelebihan vitamin A yang terakumulasi di dalam hati.

Meski tidak membahayakan kesehatan, namun dampaknya bisa membuat warna kulit dan kuku berubah menjadi oranye, dikutip dari Medicine Net.

Tak hanya itu, asupan vitamin A yang berlebih dalam jangka waktu yang lama juga dapat membuat rambut kasar, rambut rontok sebagian, bibir pecah-pecah, dan kulit kering. Adapun hipervitaminis A yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

  1. Penderita Batu Ginjal

Individu penderita batu ginjal juga sebaiknya mengindari atau mengurangi konsumsi ubi jalar. Sebab, ubi jalar mengandung banyak senyawa oksalat yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum, dikutip dari Eatingwell.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penderita batu ginjal dapat mengombinasikan ubi jalar dengan makanan tinggi kalium, seperti keju, yogurt, atau susu.

Hal ini agar kalsium dan oksalat saling mengikat di saluran pencernaan, sehingga mengurangi risiko pembentukan batu ginjal lantaran senyawa tersebut tidak sampai ke ginjal.

  1. Penderita Hiperkalemia

Dikutip dari AI-Care, hiperkalemia adalah sebuah kondisi di mana kadar kalium dalam darah sangat tinggi.

individu dengan kondisi medis termasuk dalam kelompok orang yang tidak dianjurkan makan ubi jalar. Hal ini karena ubi jalar termasuk sumber makanan tinggi kalium, yakni sekitar 700 miligram per ubi jalar. Angka ini setara dengan 15 persen dari jumlah asupan kalium harian yang disarankan.

Pada seseorang yang memiliki masalah dengan kalium, konsumsi ubi jalar secara berlebih dapat membuat kadar kalium dalam darah melebihi batas normal atau melebihi 3,5-5 mmol/L.

Jika kadar kalium sangat tinggi (mencapai 6,5 mmlol/L), Anda perlu segera mendapatkan perawatan medis.

Risiko hiperkalemia akan meningkat jika ubi jalar disantap bersamaan dengan obat-obatan yang dapat menaikkan kadar kalium dalam tubuh, seperti obat darah tinggi (antihipertensi) golongan beta-blocker.

  1. Penderita Diabetes

Kelompok terakhir yang tidak dianjurkan makan ubi jalar secara berlebih yakni penderita diabetes. Meski ubi jalar memiliki indeks glikemik yang lebih rendah ketimbang nasi putih, tetap saja kandungan gulanya cukup tinggi, terutama setelah dimasak (misalnya dipanggang atau dikaramelisasi).

Apabila penderita diabestes tidak mengontrol kadar gula dalam darah, konsumsi ubi jalar dapat meningkatkan lonjakan glukosa.

Demikian informasi tentang kelompok orang yang tidak dianjurkan makan ubi jalar. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.