JAKARTA - Pernahkah Anda mengalami perut berbunyi “keroncongan” padahal baru saja selesai makan? Bunyi yang sering kali muncul tiba-tiba ini kerap dianggap sebagai sinyal lapar, padahal faktanya tak selalu demikian.
Perut keroncongan bisa muncul karena berbagai faktor lain yang berkaitan dengan kebiasaan makan hingga jenis makanan yang dikonsumsi.
Tak sedikit orang yang mengira suara perut tersebut semata karena rasa lapar. Namun, menurut ulasan dari Popsugar, suara itu juga bisa terjadi ketika seseorang makan terlalu cepat atau menelan banyak udara saat mengunyah makanan.
Selain itu, konsumsi makanan yang sulit dicerna juga dapat menimbulkan suara-suara dari sistem pencernaan. Artinya, perut keroncongan bukan hanya pertanda tubuh butuh asupan, tapi juga bisa jadi sinyal bahwa sistem pencernaan sedang "bekerja keras".
Meski terdengar mengganggu terutama dalam situasi formal seperti rapat atau kencan, bunyi perut tersebut sebenarnya bukan tanda bahaya, asalkan tidak dibarengi dengan gejala seperti nyeri perut, kembung berlebihan, atau gangguan buang air besar.
Ahli diet asal Cincinnati, AS, Katherine Mounce, menjelaskan salah satu cara mencegah bunyi perut berlebih adalah dengan memperbaiki pola makan.
BACA JUGA:
"Jika terbiasa makan dengan cepat, cobalah memperlambat ritmenya. Makan dalam kondisi tenang membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik tanpa banyak 'suara latar',” ujarnya.
Katherine juga menyarankan untuk tidak berbicara saat makan dan menghindari kebiasaan mengunyah permen karet, karena kedua hal ini bisa menyebabkan udara masuk ke dalam saluran pencernaan dan menimbulkan bunyi-bunyi yang tak diinginkan.
Di samping itu, memilih waktu makan yang tepat serta komposisi gizi yang seimbang juga berperan penting. Makan dalam porsi cukup, disertai protein dan lemak sehat, dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi kemungkinan munculnya suara keroncongan.
"Kalau perut berbunyi tapi Anda merasa tidak lapar, coba ingat kapan terakhir kali makan. Bisa jadi tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal lapar meskipun Anda tidak menyadarinya," tambah Katherine.
Sebagai catatan terakhir, ia menyebutkan beberapa jenis makanan yang bisa memperparah kondisi ini, di antaranya makanan tinggi lemak, produk olahan susu, minuman berkafein, alkohol, serta makanan yang mengandung pemanis buatan. Mengurangi konsumsi jenis makanan ini dapat membantu menenangkan sistem pencernaan.