Bagikan:

JAKARTA - Sakit maag yang muncul pada malam hari sering kali menjadi pengganggu utama saat ingin beristirahat. Nyeri di area ulu hati, rasa terbakar di dada, dan sensasi tidak nyaman lainnya bisa membuat tidur menjadi tidak nyenyak, bahkan menyebabkan seseorang terbangun berkali-kali.

Akibatnya, tubuh terasa lelah, kepala pusing, dan produktivitas menurun keesokan harinya. Kondisi ini umumnya terjadi karena naiknya asam lambung ke kerongkongan ketika tubuh berada dalam posisi berbaring.

Gangguan seperti ini dapat membuat penderita merasa gelisah, sulit tidur, hingga begadang karena rasa tidak nyaman yang terus mengganggu.

Dilansir dari Hindustan Times, dokter spesialis gastroenterologi, Dr. Saurabh Sethi, membagikan beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan maag di malam hari. Ia menekankan bahwa pengelolaan gejala dengan tepat tidak hanya membantu tidur menjadi lebih nyenyak, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan secara menyeluruh, termasuk menjaga berat badan ideal.

1. Tidur dengan posisi miring ke kiri

Menurut Dr. Sethi, posisi tidur memiliki pengaruh besar terhadap gejala maag. Ia menyarankan untuk tidur miring ke kiri, karena posisi ini membantu menjaga lambung tetap berada di bawah kerongkongan, sehingga mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung. Posisi ini juga terbukti secara ilmiah lebih efektif dalam meredakan refluks dibanding tidur miring ke kanan atau telentang.

2. Mengonsumsi biji adas setelah makan

Biji adas dikenal sebagai salah satu bahan alami yang membantu meredakan berbagai gangguan pencernaan. Kandungan senyawa seperti anethole di dalamnya dipercaya mampu menetralkan asam lambung dan menenangkan saluran cerna. Mengunyah biji adas setelah makan malam atau sebelum tidur bisa menjadi solusi alami untuk meredakan gejala maag.

3. Meninggikan posisi kepala saat tidur

Salah satu penyebab utama maag di malam hari adalah posisi tidur yang datar, sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Untuk mencegah hal ini, Dr. Sethi menyarankan agar kepala dan bagian atas tubuh ditinggikan dengan bantuan bantal tambahan atau alas kasur khusus. Posisi tidur dengan kemiringan tertentu bisa membantu gravitasi menjaga asam lambung tetap di perut.

Dengan melakukan beberapa langkah sederhana ini secara konsisten, penderita maag bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan meminimalkan ketidaknyamanan di malam hari. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan pola makan dan gaya hidup agar gejala tidak sering kambuh.