JAKARTA - Dalam proses pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI), tak sedikit orangtua mulai mempertimbangkan variasi bahan makanan, termasuk produk olahan susu seperti keju dan yogurt.
Kedua jenis makanan ini dapat diberikan kepada bayi sebagai pelengkap MPASI, namun penggunaannya harus bijak dan dalam jumlah yang terbatas. Yogurt dan keju bukanlah menu utama, melainkan lebih cocok sebagai penambah rasa atau kondimen untuk meningkatkan nilai gizi dan cita rasa makanan bayi.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Yoga Devaera, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Ia menegaskan bahwa penggunaan yogurt dan keju pada MPASI diperbolehkan, selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan anak.
"Yogurt boleh digunakan, begitu juga dengan keju, tetapi keduanya hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai bahan utama MPASI," jelas dr. Yoga seperti dikutip ANTARA, 11 Juni.
Ia menambahkan, orangtua sebaiknya memilih jenis yogurt yang alami dan memiliki rasa asam seperti yogurt tawar tanpa tambahan gula, karena lebih mendekati kandungan susu murni.
Sebaliknya, yogurt manis yang banyak dijual di pasaran mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi dan kurang cocok untuk bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun.
“Yogurt yang terasa manis biasanya mengandung kadar gula cukup tinggi, karena rasa asam aslinya ditutupi. Padahal tidak semua bayi bisa langsung menerima rasa asam, mereka cenderung lebih menyukai rasa manis,” ujar dr. Yoga.
BACA JUGA:
Penggunaan yogurt dianjurkan hanya sebagai topping atau bahan campuran, misalnya untuk membuat smoothie buah atau sebagai lapisan tambahan pada puding. Hal ini untuk menjaga manfaat probiotik dalam yogurt, yang bisa rusak jika dimasak dalam suhu tinggi.
Sementara itu, untuk keju, dr. Yoga mengingatkan meskipun rasanya tidak selalu asin, keju umumnya memiliki kandungan natrium yang tinggi. Hal ini bisa menjadi beban bagi ginjal bayi yang belum berkembang sempurna.
“Produk olahan susu seperti keju, yogurt, maupun susu UHT memiliki kadar natrium yang lebih tinggi dibandingkan ASI. Meski tidak terasa asin, kandungan natriumnya tetap perlu diwaspadai karena ginjal bayi belum sekuat orang dewasa,” jelasnya.
Karena itu, keju hanya disarankan dalam jumlah kecil dan digunakan sebatas untuk memberikan variasi rasa dalam menu MPASI, bukan sebagai sumber utama nutrisi harian anak.