YOGYAKARTA – Palpitasi merupakan sebutan ketika jantung terasa sering berdebar-debar. Kondisi ini mungkin menakutkan karena banyak faktor yang menyebabkannya. Tetapi penyebab palpitasi sebagian besar tidak perlu perawatan khusus. Meskipun begitu, penting diketahui berikut penyebab jantung sering berdebar-debar.
1. Stres dan kecemasan
Emosi yang intens dapat memicu pelepasan hormon yang mempercepat detak jantung. Biasanya ketika tubuh bersiap menghadapi ancaman, meski tidak selalu dalam bahaya. Selain itu, palpitasi juga bisa disebabkan serangna panik yang berlangsung selama beberapa menit. Selain jantung berdebar-debar, tubuh juga berkeringat dingin, sulit bernapas, dan nyeri dada.
2. Olahraga
Berolahraga secara rutin baik untuk kesehatan. Saat berolahraga, jenis kardio khususnya, membuat jantung memompa darah lebih banyak untuk memberi tenaga pada otot. Jika jantung terasa berdebar-debar, itu mungkin karena Anda sudah lama tidak berolahraga atau sedang tidak dalam kondisi prima. Detak jantung tidak teratur atau aritmia, juga dapat menyebabkan palpitasi saat berolahraga.
3. Minum minuman berkafein
Kafein merupakan stimulan yang meningkatkan detak jantung. Baik itu dari kopi, cokelat, minuman soda, minuman berenergi, teh, bisa membuat jantung berdebar-debar. Melansir WebMD, Selasa, 29 April, penelitian menemukan bahwa kafein mungkin tidak menyebabkan palpitasi pada orang dengan jantung sehat. Tetapi para ahli tidak tahu apakah minuman berkafein hanya menyebabkan jantung berdebar-debar pada orang dengan masalah irama jantung.
4. Nikotin
Zat kimia nikotin pada rokok dan produk tembakau lainnya, meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung. Berhenti merokok adalah salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan untuk kesehatan jantung. Palpitasi juga bisa menjadi gejala putus nikotin, tetapi akan berhenti dalam waktu 3 hingga 4 minggu setelah Anda berhenti merokok.
5. Perubahan hormon
Wanita mungkin merasakan jantung berdebar-debar atau detak jantung bertambah cepat saat menstruasi, hamil, mendekati menopause, atau memasuki masa menopause. Ini karena perubahan kadar hormon. Biasanya kondisi ini bersifat sementara sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Palpitasi juga bisa dialami ketika dalam masa kehamilan dan mengalami anemia.
6. Demam
Saat demam, tubuh menggunakan energi lebih cepat dari biasanya. Ini dapat memicu palpitasi, terutama ketika suhu tubuh meningkat hingga 38 derajat Celsius.
7. Minum obat-obat tertentu
Selain karena perubahan hormon dan kondisi lain yang disebutkan di atas, minum obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan jantung berdebar-debar atau mengalami palpitasi. Obat-obat yang bisa memicu palpitasi, antara lain antibiotik, obat batuk dan pilek, obat tekanan darah tinggi, obat tiroid, obat antipsikotik, inhaler asma, obat diet, dan obat antijamur.
Jika Anda mengkonsumsi satu atau lebih dari jenis obat di atas, tanyakan pada dokter apakah obat tersebut dapat memengaruhi detak jantung atau tidak. Penting juga mengikuti rekomendasi dosis serta waktu minum dari dokter.
BACA JUGA:
8. Gula darah rendah
Ketika telat makan, mungkin tubuh akan lemas atau terasa gemetar. Hal ini juga dapat menyebabkan palpitasi. Ketika kadar gula darah tubuh menurun, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin sebagai tanda menghadapi kekurangan makanan darurat. Adrenalin inilah yang mempercepat detak jantung.
9. Kelenjar tiroid terlalu aktif
Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar ini mengatur matabolisme dan hal-hal lain. Kalau tiroid terlalu aktif, dapat mempercepat detak jantung. Mengkonsumsi terlalu banyak suplemen tiroid juga dapat menyebabkan jantung berdebar-debar.
Di samping sembilan penyebab jantung berdebar-debar atau mengalami palpitasi seperti yang disebutkan di atas, kondisi ini juga bisa terkait dengan faktor lain. Seperti gangguan irama jantung, minum banyak minuman beralkohol, mengalami kontraksi ventrikel prematur, atau menggunakan narkoba. Jadi untuk mengenali faktor penyebab jantung berdebar-debar dan berlangsung sering, wajib periksakan diri ke dokter.