Bagikan:

JAKARTA - Oprah Winfrey akhirnya berbagi cerita tentang perjuangannya menurunkan berat badan, termasuk keputusannya untuk menggunakan obat penurun berat badan. Dalam sebuah wawancara dengan People, Oprah mengungkapkan bahwa ia menggunakan obat dari kelompok GLP-1 agonist, yang dikenal dapat membantu mengontrol nafsu makan.

Selama bertahun-tahun, Oprah selalu berpikir bahwa orang yang kurus memiliki disiplin dan kemauan lebih kuat dalam mengontrol makanan mereka. Namun, pandangannya berubah ketika pertama kali mencoba obat GLP-1.

"Selama ini saya pikir orang yang kurus memiliki tekad lebih kuat, mereka lebih pandai memilih makanan, dan bisa menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan, seperti keripik. Tapi ketika saya mencoba GLP-1, saya menyadari bahwa mereka bahkan tidak memikirkan makanan. Mereka hanya makan ketika lapar dan berhenti saat kenyang," ujar Oprah dalam The Oprah Podcast, dikutip VOI dari laman Today pada Jumat, 31 Januari.

Perubahan fisiknya mulai menjadi sorotan publik ketika ia tampil di karpet merah untuk pemutaran perdana film The Color Purple pada Desember 2023. Di bulan yang sama, Oprah mengonfirmasi bahwa ia menggunakan obat penurun berat badan, meskipun tidak menyebutkan mereknya secara spesifik.

Oprah mengakui bahwa dulu ia menganggap penggunaan obat penurun berat badan sebagai jalan pintas. Namun, ia kemudian menyadari bahwa penggunaan obat telah disetujui secara medis bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan atau membuatnya merasa malu.

"Saya merasa adanya obat yang secara medis terbukti bisa membantu mengelola berat badan dan meningkatkan kesehatan adalah sebuah anugerah, bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Saya sudah selesai dengan rasa malu, baik dari orang lain maupun dari diri saya sendiri," ungkapnya.

Obat GLP-1 bekerja dengan meniru hormon yang dilepaskan tubuh setelah makan, sehingga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dan memperlambat pengosongan lambung. Salah satu merek  paling terkenal dalam kategori ini adalah Ozempic, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, tetapi juga dikenal memiliki efek samping berupa penurunan berat badan.

Oprah menegaskan bahwa ia menggunakan obat ini hanya sebagai alat bantu dalam mengelola berat badannya, bukan sebagai solusi utama.

"Saya menggunakannya sesuai kebutuhan, sebagai alat untuk menghindari efek yo-yo dalam berat badan saya. Obat ini membantu mengurangi ‘kebisingan’ dalam pikiran saya tentang makanan," jelasnya.

Keputusan untuk menggunakan obat ini bukanlah hal yang mudah bagi Oprah. Dalam sebuah diskusi di Oprah Daily pada September 2023, ia mengungkapkan perasaannya tentang penggunaan obat penurun berat badan.

"Ada bagian dari diri saya yang merasa harus melakukannya dengan cara yang sulit. Saya harus terus mendaki gunung, harus terus berjuang, karena jika tidak, saya merasa seperti menipu diri sendiri," katanya.

Namun, setelah diskusi tersebut, Oprah mengalami mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia menyalahkan dirinya sendiri atas berat badannya, padahal ada faktor genetik yang tidak bisa dikendalikan dengan sekadar kemauan keras.

"Saya sudah menghabiskan lima dekade hidup saya merasa frustrasi dengan berat badan saya," ungkapnya.

Meskipun menggunakan obat penurun berat badan, Oprah menegaskan bahwa ia juga menjalani pola hidup sehat dengan disiplin tinggi.

"Saya tahu banyak orang berpikir saya hanya mengandalkan obat ini, tetapi saya bekerja sangat keras. Jika saya tidak berolahraga dan tidak menjaga kebiasaan sehat lainnya, obat ini tidak akan bekerja untuk saya," tegasnya.

Ia menerapkan beberapa kebiasaan sehat, seperti:

- Makan terakhir pada pukul 16.00

- Minum satu galon air per hari

- Menggunakan prinsip WeightWatchers dalam menghitung asupan makanan

- Berjalan kaki 3–5 mil setiap hari

- Mendaki sejauh 10 mil setiap akhir pekan

Menurut Oprah, kombinasi antara obat, olahraga, dan pola makan sehat membuatnya merasa lebih kuat dan bugar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.