Eropa Dibikin Trump 'Gaduh', PM Swedia: Pembelian Senjata AS Bukan Risiko Keamanan

JAKARTA - Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan dirinya tidak menganggap pembelian senjata AS sebagai risiko keamanan.

Tapi Kristersson menenkankan akan menjadi baik bagi Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada Washington untuk persenjataan dan peralatan pertahanan lainnya.

Sesampainya di pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels di tengah perbedaan pendapat mengenai cara meningkatkan kemampuan militer Ukraina dan Uni Eropa, Kristersson ditanya wartawan apakah pembelian senjata produksi AS dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan.

"Tidak, saya sama sekali tidak akan mengatakan itu. Kami memiliki pengalaman baik dari kerja sama dengan industri pertahanan AS," katanya dilansir Reuters, Kamis, 20 Maret.

Kristersson juga mengatakan ia yakin industri pertahanan Eropa perlu menjadi lebih kuat.

"Baik industri pertahanan Swedia maupun banyak negara Eropa akan mendapat manfaat dari sedikit mengurangi ketergantungan pada industri pertahanan AS," sambungnya.

Eropa saat ini tengah meningkatkan konsolidasi utamanya terkait pertahanan merespons sikap Presiden AS Donald Trump dalam kebijakan tarif impor hingga perang Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Neegeri Uni Eropa Kaja Kallas di Brussels meminta para pemimpin negara Eropa untuk menyelaraskan kata-kata dukungan bagi Kyiv dengan tindakan.

Sementara Donald Trump terus melanjutkan upayanya untuk mengakhiri perang, termasuk melalui pemulihan hubungan dengan Rusia.

Bulan ini, Washington sempat menghentikan pembagian informasi intelijen dan pengiriman senjata ke Ukraina, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang potensi bahaya jika terlalu bergantung pada sistem AS.