JAKARTA - Dampak ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melukai 96 orang pada Jumat lalu, 7 November, masih menyisakan trauma bagi para korban sampa saat ini, Senin, 10 November. Sejumlah siswa yang ada di lokasi ledakan disebut masih merasa ketakutan, trauma.
"Anak saya masih suka menangis mengingat kejadian itu," ucap Djumiaty Hatong (50), salah satu orang tua murid kepada wartawan, Senin, 10 November.
Djumiaty menjelaskan, anaknya mengalami trauma karena saat peristiwa ledakan terjadi pada Jumat kemarin, sang anak baru selesai mengikuti acara keputrian di sebelah masjid.
Sang anak juga mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan tersebut.
"Setiap malam anak saya masih suka menangis mengingat kejadian itu, ingat teman-temannya yang terluka," katanya.
SEE ALSO:
Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap anak pascainsiden yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Kami bersama-sama dengan Kementerian dan Lembaga akan terus mendampingi anak dan mengawal kasus ini sampai mendapatkan keadilan seadil-adilnya," kata Diyah, Minggu, 9 November 2025.
Diyah juga mengapresiasi penanganan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih yang sudah memberikan rehabilitasi medis pada anak-anak.
"Nantinya akan ada rehabilitasi psikososial," katanya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)